Tarian Barongsai Ramaikan Sail Banda

Kompas.com - 01/07/2010, 02:54 WIB

AMBON, KOMPAS.com--Tarian tradisional China yang menggunakan sarung menyerupai singa, Barongsai, akan meramaikan kegiatan internasional Sail Banda di Maluku yang akan berlangsung 27 Juli - 17 Agustus 2010.

Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Maluku, Wilhelmus Jawerissa, di Ambon, Rabu, mengatakan, barongsai saat ini siap dipentaskan dan sedang menunggu koordinasi dengan Panitia LOkal Sail Banda.

"Rencananya barongsai akan ditampilkan pada 7 atau 14 Juli. Tetapi saat ini kami siap sedia menunggu koordinasi selanjutnya," katanya.

Wilhelmus Jawerissa mengatakan, partisipasi Walubi tersebut merupakan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat Maluku yang mendukung suksesnya kegiatan pelayaran internasional itu.

Sail Banda, menurut dia merupakan satu kesempatan langka yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat Maluku untuk mempromosikan potensi negeri seribu pulau ini kepada dunia.

Potensi-potensi itu yakni wisata pantai dan bahari, kekayaan alam Maluku terkait perikanan, kelautan dan perkebunan rempah-rempah, kesenian, historis budaya dan kuliner.

Dikatakan, momentum Sail Banda harus diapresiasikan dan didukung secara penuh agar terlaksana dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Maluku.

Dia juga meminta partisipasi semua umat Budha di Maluku yang menjadi pelaku ekonomi agar memberikan pelayanan dan kontribusi optimal dalam menyambut wisatawan Sail Banda.

"Kita harus dapat menjual potensi negeri ini kepada setiap pengunjung yang datang dengan pelayanan dan keramahtamahan. Dengan begitu akan tercipta kesan baik sehingga mereka mungkin akan berkunjung kembali ke Maluku," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau