Istanbul, Kompas
Di depan ratusan pebisnis Turki dan sejumlah pebisnis Indonesia, Presiden SBY, yang beberapa kali mendapat tepuk tangan, menawarkan peluang investasi dalam sektor infrastruktur pelabuhan laut, bandar udara, jalur kereta api, dan jalan tol.
Mengutip Presiden Turki Abdulah Gul, Presiden SBY mengemukakan, perusahaan konstruksi Turki menempati nomor dua di dunia setelah China. Indonesia dikatakan menyambut gembira jika perusahaan konstruksi Turki berkiprah di Indonesia.
Tawaran investasi juga dilakukan di sektor energi. Presiden SBY menegaskan, prospek investasi dalam bidang minyak dan gas sangat besar, termasuk energi panas bumi Indonesia dengan potensi paling besar di dunia. Peluang investasi juga terdapat di bidang pertanian, khususnya sawit, cokelat, dan perikanan.
Juga disinggung tentang pembentukan zona ekonomi khusus, kawasan industri khusus dengan fasilitas lebih baik. Peluang investasi dibuka pula dalam bidang kesehatan, pendidikan, industri kreatif, dan telekomunikasi.
Peluang investasi yang terbuka itu digambarkan Presiden SBY sangat didukung oleh kebijakan dan situasi sosial ekonomi dan politik yang sangat kondusif. Pemerintah Indonesia dikatakan telah menyederhanakan menjadi satu atap bagi proses perizinan investasi, dan kemudahan pelayanan ekspor impor di seluruh pelabuhan besar.
Iklim investasi juga didukung oleh situasi sosial politik. Indonesia dikatakan mampu melakukan transformasi menjadi negara demokrasi dengan topangan 235 juta penduduk. Sebagaimana dikatakan majalah Time, Indonesia merupakan semua ”kisah sukses politik”.
Situasi kondusif terlihat jelas dalam bidang ekonomi. Indonesia seperti Turki, merupakan negara yang sedang bergairah dalam pembangunan dengan pertumbuhan yang memadai.