Bilateral

Turki Diminta Berinvestasi di Indonesia

Kompas.com - 01/07/2010, 03:39 WIB

Oleh Rikard Bagun

Istanbul, Kompas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (30/6) di depan Forum Bisnis Indonesia-Turki, mengajak pebisnis Turki berinvestasi di Indonesia dalam bidang infrastruktur, energi, dan pertanian.

Di depan ratusan pebisnis Turki dan sejumlah pebisnis Indonesia, Presiden SBY, yang beberapa kali mendapat tepuk tangan, menawarkan peluang investasi dalam sektor infrastruktur pelabuhan laut, bandar udara, jalur kereta api, dan jalan tol.

Mengutip Presiden Turki Abdulah Gul, Presiden SBY mengemukakan, perusahaan konstruksi Turki menempati nomor dua di dunia setelah China. Indonesia dikatakan menyambut gembira jika perusahaan konstruksi Turki berkiprah di Indonesia.

Tawaran investasi juga dilakukan di sektor energi. Presiden SBY menegaskan, prospek investasi dalam bidang minyak dan gas sangat besar, termasuk energi panas bumi Indonesia dengan potensi paling besar di dunia. Peluang investasi juga terdapat di bidang pertanian, khususnya sawit, cokelat, dan perikanan.

Juga disinggung tentang pembentukan zona ekonomi khusus, kawasan industri khusus dengan fasilitas lebih baik. Peluang investasi dibuka pula dalam bidang kesehatan, pendidikan, industri kreatif, dan telekomunikasi.

Situasi kondusif

Peluang investasi yang terbuka itu digambarkan Presiden SBY sangat didukung oleh kebijakan dan situasi sosial ekonomi dan politik yang sangat kondusif. Pemerintah Indonesia dikatakan telah menyederhanakan menjadi satu atap bagi proses perizinan investasi, dan kemudahan pelayanan ekspor impor di seluruh pelabuhan besar.

Iklim investasi juga didukung oleh situasi sosial politik. Indonesia dikatakan mampu melakukan transformasi menjadi negara demokrasi dengan topangan 235 juta penduduk. Sebagaimana dikatakan majalah Time, Indonesia merupakan semua ”kisah sukses politik”.

Situasi kondusif terlihat jelas dalam bidang ekonomi. Indonesia seperti Turki, merupakan negara yang sedang bergairah dalam pembangunan dengan pertumbuhan yang memadai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau