Mengubah Emotional Buying Menjadi Investasi

Kompas.com - 01/07/2010, 08:38 WIB

KOMPAS.com — Anda senang membeli barang-barang branded, yang membuat Anda harus berutang kartu kredit berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun? Kini Anda tak perlu khawatir bahwa kesukaan Anda terhadap barang-barang bermerek ini dibilang hanya mengejar gengsi. Bila cermat, Anda bisa mengubah emotional buying ini menjadi smart buying. Bagaimana caranya?

Samuel Mulia, pengamat mode, mengaku pernah terjebak dengan utang kartu kredit ini karena kesukaannya akan barang-barang branded. Ia tersadar bahwa kebiasaan ini sangat tidak bertanggung jawab, apalagi karena kemudian ia kesulitan membayar utang-utangnya. Saat sedang apes-apesnya, mendadak sebuah koper branded yang dibelinya pada tahun 1998 seharga sekitar Rp 6 juta ditawar dengan harga Rp 15 juta oleh temannya.

Kejadian itu membuat matanya terbuka. Ternyata, kecintaannya pada fashion bisa membuatnya bisa berinvestasi di bidang itu. Samuel lalu "berkenalan" dengan konsep investasi spekulatif dan nonspekulatif. Investasi nonspekulatif adalah jenis konvensional, seperti tabungan, asuransi, dan deposito. Sedangkan yang dimaksud spekulatif adalah menjadikan koleksi jam tangan, lukisan, berlian, bahkan batik sebagai investasi.

Investasi ini disebut spekulatif, "Karena nilainya tidak bisa dihitung. Ada unsur emosional di situ, tapi bisa mendatangkan uang," ujar Samuel dalam bincang-bincang menjelang peluncuran koleksi terbaru Batik Danar Hadi di Jakarta, Rabu (30/6/2010).

Ia memberi contoh, seseorang mungkin memiliki selembar kain batik dengan harga Rp 5 juta. Tetapi ketika barang yang sama dimiliki oleh mantan Presiden RI Soekarno, harganya mungkin bisa naik berkali-kali lipat.

Ia juga menyarankan agar kita pintar-pintar memilih barang yang akan diinvestasikan. "Sebab, tidak semua barang mempunyai nilai return yang tinggi," kata Samuel, yang menolak disebut sebagai pakar finansial.

Syarat investasi nonspekulatif
Untuk menjadikan koleksi barang berharga—sebut saja batik—sebagai investasi, menurut Samuel, ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi.

* Sebelum berinvestasi spekulatif, Anda harus didukung dengan dana nonspekulatif yang sudah mantap. Sebab, bila investasi ini tidak berkembang, Anda masih memiliki dana nonspekulatif yang bisa menjamin kelangsungan hidup Anda.

* Networking harus kuat. Menjual kembali barang-barang yang dikoleksi tidak semudah investasi emas, misalnya, yang bisa dijual di toko emas. "Transaksi barang-barang branded itu community driven," ujar pria yang juga kolumnis di rubrik Parodi harian Kompas ini. "Kita hanya bisa menjualnya antarteman, entah melalui teman-teman sendiri atau kelompok penggemarnya."

* Anda harus melakukan perawatan ekstra untuk barang koleksi Anda. Jika Anda menginvestasikan lukisan atau berlian, tentu Anda tidak bisa sembarangan menyimpannya. Tas branded harus disimpan di dalam flanel bag. Sepatu disumpal dengan shoe tree untuk menjaga bentuknya. Bahkan, bon pembelian sebaiknya tidak dibuang.

Batik pun harus dipelihara dengan cara khusus. Bagaimana cara melipatnya, cara mencucinya dengan lerak, atau menjemurnya dengan cara diangin-angin. Lebih dari itu, kata Samuel, Anda harus tahu bagaimana sejarah batik tersebut sampai ke tangan Anda. Apa motif dan filosofinya, tahun pembuatannya, atau siapa saja pemilik sebelumnya. Informasi yang lengkap inilah yang menjadikan nilai emosionalnya menjadi begitu tinggi. Siapa tahu koleksi batik Anda kelak bisa dilelang di balai lelang kelas dunia seperti Sotheby's atau Christie's, kan?

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau