JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan, kinerja Polri, terutama sejak berpisah dari TNI sekitar 11 tahun silam, masih tak sebanding dengan anggaran yang telah dikucurkan.
"Sejak berpisah, anggaran Kepolisian naik 1.000 persen. Apakah peningkatan kinerja Kepolisian naik signifikan? Kalau kita lihat, belum. Kalaupun ada, di bawah 10 persen," kata Neta ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (1/7/2010).
Misalnya, kata dia, dalam mengungkap kasus kejahatan di masyarakat, sampai sekarang masih di bawah 30 persen. Lalu, untuk mengungkap kejahatan pencurian kendaraan bermotor, rata-rata di bawah 10 persen. "Ini data resmi dari Kepolisian," ujarnya.
Neta menyampaikan hal itu ketika diminta memberikan catatan terkait Hari Ulang Tahun ke-64 Korps Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli. Selain kinerja, Neta juga menggarisbawahi program trust building sejak 2005-2010.
Dikatakannya, polisi masih belum mampu membangun kepercayaan publik. Hal ini setidaknya terlihat dari data IPW soal banyaknya keluhan masyarakat terkait kinerja Polri. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakmampuan jajaran atas Polri dalam melakukan fungsi pengawasan.
"Polisi belum mampu menjadi teladan bagi bawahannya. Jajaran atasan belum mampu menjalankan fungsi pengawasan ke bawahan sehingga mereka cenderung tidak terkendali," kata Neta.
Ironisnya, hingga saat ini masih banyak perwira tinggi Polri yang masih meminta pelayanan dari bawahannya. "Ini menjadi catatan buruk sehingga citra dan kinerja Kepolisian tidak terbangun secara profesional," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang