Jelang jerman vs argentina

Pastore: Tikaman Jerman Menakutkan

Kompas.com - 01/07/2010, 15:06 WIB

CAPE TOWN, KOMPAS.com — Gelandang Argentina, Javier Pastore, menilai, Jerman memiliki serangan cepat dan lihai mengeksekusi bola-bola mati. Oleh karena itu, Pastore meminta timnya mewaspadai kedua hal itu saat melawan "Die Mannschaft" pada perempat final, Sabtu (3/6/2010).

Kekhawatiran Pastore tak terlalu berlebihan. Kedua hal itu telah dipertontonkan Jerman ketika melumat Inggris 4-1 pada perdelapan final. Keempat gol yang bersarang di gawang David James berasal dari tikaman cepat, terutama gol Thomas Mueller pada babak kedua.

Statistik FIFA mencatat, dalam empat pertandingan, Jerman memiliki serangan-serangan mematikan terutama dari sayap kanan. Dari total 54 kali serangan, gempuran dari sayap kanan lebih dominan, yakni 26 kali. Motornya adalah sang kapten, Philipp Lahm, dan Mueller. Adapun tikaman dari sayap kiri sebanyak 13 kali dan sektor tengah 15 kali.

"Tentu saja mereka lawan yang sangat sulit. Kupikir Jerman memiliki gelandang serang bagus. Mereka memiliki pemain sayap yang cepat dan kami juga harus berkonsentrasi menghadapi bola-bola mati karena mereka sangat kuat dalam hal itu," ucap Pastore. 

"Situasi bola mati sangat penting dalam sepak bola hari ini. Jadi, kami harus tenang dan berani menghadapi itu," tambah gelandang Palermo ini.

Kendati begitu, Pastore yakin Argentina akan mampu meruntuhkan kekuatan Jerman. Bahkan, ia yakin "Albiceleste" bisa mendikte Jerman seperti tim-tim lainnya.

"Kami akan tampil seperti biasanya, menjaga penguasaan bola dan menunggu waktu tepat untuk menyerang. Kami selalu menciptakan peluang-peluang. Ini cara kami bermain, menguasai bola lebih banyak sehingga kami bisa mendikte pertandingan," ucapnya.

"Melawan Yunani, kami lebih banyak menguasai bola dan begitu juga melawan Meksiko. Kami menciptakan peluang karena kami menguasai pertandingan. Aku berada dalam tipe permainan seperti ini," ungkapnya.

"Ini akan menjadi pertandingan ketat. Kupikir pertandingan ini akan sedikit lebih terbuka daripada pertandingan persahabatan Maret lalu (Argentina menang 1-0)," tutupnya.

Pertemuan nanti akan menjadi ajang balas dendam bagi Argentina. Empat tahun lalu, Argentina juga berhadapan dengan Jerman pada perempat final, tapi akhirnya kalah melalui drama adu penalti. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau