CAPE TOWN, KOMPAS.com — Gelandang Argentina, Javier Pastore, menilai, Jerman memiliki serangan cepat dan lihai mengeksekusi bola-bola mati. Oleh karena itu, Pastore meminta timnya mewaspadai kedua hal itu saat melawan "Die Mannschaft" pada perempat final, Sabtu (3/6/2010).
Kekhawatiran Pastore tak terlalu berlebihan. Kedua hal itu telah dipertontonkan Jerman ketika melumat Inggris 4-1 pada perdelapan final. Keempat gol yang bersarang di gawang David James berasal dari tikaman cepat, terutama gol Thomas Mueller pada babak kedua.
Statistik FIFA mencatat, dalam empat pertandingan, Jerman memiliki serangan-serangan mematikan terutama dari sayap kanan. Dari total 54 kali serangan, gempuran dari sayap kanan lebih dominan, yakni 26 kali. Motornya adalah sang kapten, Philipp Lahm, dan Mueller. Adapun tikaman dari sayap kiri sebanyak 13 kali dan sektor tengah 15 kali.
"Tentu saja mereka lawan yang sangat sulit. Kupikir Jerman memiliki gelandang serang bagus. Mereka memiliki pemain sayap yang cepat dan kami juga harus berkonsentrasi menghadapi bola-bola mati karena mereka sangat kuat dalam hal itu," ucap Pastore.
"Situasi bola mati sangat penting dalam sepak bola hari ini. Jadi, kami harus tenang dan berani menghadapi itu," tambah gelandang Palermo ini.
Kendati begitu, Pastore yakin Argentina akan mampu meruntuhkan kekuatan Jerman. Bahkan, ia yakin "Albiceleste" bisa mendikte Jerman seperti tim-tim lainnya.
"Kami akan tampil seperti biasanya, menjaga penguasaan bola dan menunggu waktu tepat untuk menyerang. Kami selalu menciptakan peluang-peluang. Ini cara kami bermain, menguasai bola lebih banyak sehingga kami bisa mendikte pertandingan," ucapnya.
"Melawan Yunani, kami lebih banyak menguasai bola dan begitu juga melawan Meksiko. Kami menciptakan peluang karena kami menguasai pertandingan. Aku berada dalam tipe permainan seperti ini," ungkapnya.
"Ini akan menjadi pertandingan ketat. Kupikir pertandingan ini akan sedikit lebih terbuka daripada pertandingan persahabatan Maret lalu (Argentina menang 1-0)," tutupnya.
Pertemuan nanti akan menjadi ajang balas dendam bagi Argentina. Empat tahun lalu, Argentina juga berhadapan dengan Jerman pada perempat final, tapi akhirnya kalah melalui drama adu penalti. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang