Tempo vs polri

PWI: Polri Mestinya Terima Kasih

Kompas.com - 01/07/2010, 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI, Ilham Bintang, menyatakan bahwa Polri seharusnya berterima kasih kepada majalah Tempo bukan malah melayangkan gugatan. Hal ini terkait laporan tentang dugaan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira Polri.

"Seharusnya Polri mengucapkan terima kasih kepada Tempo atas informasi tambahan tentang dugaan adanya rekening itu," kata Ilham di Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Ilham menjelaskan, seharusnya petinggi Polri cukup membantah telah memborong majalah tersebut, khususnya edisi yang mengulas dugaan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira. Setelah itu, petinggi Polri secara besar hati menyatakan akan mendalami isi pemberitaan Tempo yang mungkin bisa digunakan oleh Polri sebagai bahan tambahan untuk mengusut kasus rekening yang sudah ditangani oleh Polri sejak beberapa waktu lalu.

"Jadi tidak perlu digeser ke masalah yang tidak substansial seperti cover," kata Ilham.

Meski demikian, Ilham memahami bahwa Polri memiliki hak untuk menggunakan semua instrumen hukum, mulai dari gugatan di pengadilan, hak jawab, hingga mediasi di Dewan Pers. Namun, Ilham mengingatkan, dalam aturan internal Dewan Pers, Polri harus membatalkan gugatan di pengadilan jika hendak melakukan mediasi melalui Dewan Pers.

Dia juga berharap majalah Tempo kooperatif dengan semua proses hukum yang akan ditempuh Polri. Ilham berharap, Tempo tidak terbawa arus yang mungkin menggeser kasus itu ke ranah politik.

Seperti diberitakan, Mabes Polri sempat berniat untuk menempuh jalur hukum, baik pidana maupun perdata, terkait pemuatan gambar celengan babi dalam sampul majalah Tempo edisi terbaru. Edisi bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" itu mengulas rekening atau kekayaan yang tidak wajar yang diduga dimiliki oleh sejumlah perwira Polri.

Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri setelah peringatan hari ulang tahun ke-64 Polri menyatakan keberatan karena institusinya disamakan dengan babi. Namun, dalam beberapa kesempatan, pihak majalah Tempo menegaskan, gambar celengan babi adalah simbolisasi rekening, bukan institusi Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau