JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI, Ilham Bintang, menyatakan bahwa Polri seharusnya berterima kasih kepada majalah Tempo bukan malah melayangkan gugatan. Hal ini terkait laporan tentang dugaan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira Polri.
"Seharusnya Polri mengucapkan terima kasih kepada Tempo atas informasi tambahan tentang dugaan adanya rekening itu," kata Ilham di Jakarta, Kamis (1/7/2010).
Ilham menjelaskan, seharusnya petinggi Polri cukup membantah telah memborong majalah tersebut, khususnya edisi yang mengulas dugaan rekening mencurigakan milik sejumlah perwira. Setelah itu, petinggi Polri secara besar hati menyatakan akan mendalami isi pemberitaan Tempo yang mungkin bisa digunakan oleh Polri sebagai bahan tambahan untuk mengusut kasus rekening yang sudah ditangani oleh Polri sejak beberapa waktu lalu.
"Jadi tidak perlu digeser ke masalah yang tidak substansial seperti cover," kata Ilham.
Meski demikian, Ilham memahami bahwa Polri memiliki hak untuk menggunakan semua instrumen hukum, mulai dari gugatan di pengadilan, hak jawab, hingga mediasi di Dewan Pers. Namun, Ilham mengingatkan, dalam aturan internal Dewan Pers, Polri harus membatalkan gugatan di pengadilan jika hendak melakukan mediasi melalui Dewan Pers.
Dia juga berharap majalah Tempo kooperatif dengan semua proses hukum yang akan ditempuh Polri. Ilham berharap, Tempo tidak terbawa arus yang mungkin menggeser kasus itu ke ranah politik.
Seperti diberitakan, Mabes Polri sempat berniat untuk menempuh jalur hukum, baik pidana maupun perdata, terkait pemuatan gambar celengan babi dalam sampul majalah Tempo edisi terbaru. Edisi bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" itu mengulas rekening atau kekayaan yang tidak wajar yang diduga dimiliki oleh sejumlah perwira Polri.
Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri setelah peringatan hari ulang tahun ke-64 Polri menyatakan keberatan karena institusinya disamakan dengan babi. Namun, dalam beberapa kesempatan, pihak majalah Tempo menegaskan, gambar celengan babi adalah simbolisasi rekening, bukan institusi Polri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang