Dirops Perusda Diperiksa Terkait Korupsi

Kompas.com - 01/07/2010, 22:03 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawes Barat memeriksan Direktur Operasional Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya, Anwar Sadam terkait kasus dugaan korupsi pungutan liar di Pasar Pabaengbaeng Makassar.

Ketua tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Aksyam, di Makassar, Kamis (1/7/2010) membenarkan, pihaknya telah memeriksa Anwar Sadam sebagai saksi.

"Memang benar penyidik memeriksa direktur operasional itu, tetapi penyidik hanya menanyakan seputaran tugas dan kewenangannya saja," katanya.

Selain Anwar Sadam yang diperiksa, rencananya, penyidik juga telah melayangkan surat panggilan terhadap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kota Makassar, Takdir Hasan Saleh.

Namun pemanggilan kadisperindag yang hanya sebatas saksi itu tidak dapat dipenuhi lantaran sedang berada di luar daerah mendampingi Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Rencana pemeriksaan terhadap kadisperindag hanya sebatas proses pembangunan Pasar Pabaengbaeng.

Meskipun pada pemanggilan pertama ini tidak hadir, penyidik akan kembali melakukan pemanggilan untuk Kadisperindag pada Kamis pekan depan.

"Insya Allah pekan depan kami akan memanggilnya kembali untuk perampungan bahan keterangan (baket)," terangnya.

Ia mengungkapkan, kasus ini bermula saat tim intelijen kejaksaan melakukan penyelidikan ke sejumlah pedagang di Pasar Pabaeng-baeng.

Menurut pengakuan dari 18 pedagang yang dimintai keterangan, pembayaran retribusi untuk mendapatkan kembali kios/lods yang telah direlokasi itu.

Para pedagang disuruh menyetor uang tunai ke oknum Perusda Pasar. Pembayaran itu sendiri cukup bervariatif, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 100 juta.

"Pembayaran itu diperuntukkan agar para pedagang mendapatkan lods/kiosnya kembali supaya bisa berjualan lagi," kata seorang pedagang saat dimintai keterangan pihak kejaksaan bulan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau