Spanyol vs paraguay

Spanyol Tetap Andalkan Torres

Kompas.com - 02/07/2010, 04:07 WIB

POTCHEFSTROOM, KAMIS - Pelatih Spanyol Vicente del Bosque akan tetap mengandalkan Fernando Torres dalam pertandingan perempat final melawan Paraguay. Meski miskin pengalaman bertanding di ajang Piala Dunia, Torres dinilai telah berjuang keras dan semakin mantap berlaga di Piala Dunia 2010.

Torres baru saja sembuh dari operasi lutut, April lalu. Striker klub Inggris, Liverpool, ini sempat digantikan Fernando Llorente karena cedera saat membela Spanyol melawan Portugal dan unggul 1-0 di ajang Piala Dunia.

Namun, Del Bosque tak akan ragu dengan kondisi itu. Menurut Bosque, pertandingan Spanyol melawan Paraguay, Sabtu (3/6), di Stadion Ellis Park, Johannesburg, akan menjadi momen pencapaian mereka lolos ke babak semifinal untuk pertama kalinya.

”Striker kami sekarang Fernando (Torres). Dia telah memainkan empat pertandingan dan akan bermain lebih banyak lagi. Kami telah memperoleh kepercayaan diri darinya. Kami juga merasa Fernando Llorente telah memberi banyak kualitas pula,” kata Del Bosque, Kamis (1/7).

Sementara itu, Llorente yang terpaksa berada di bangku pemain cadangan mengatakan, ada banyak pemain andal di timnas Spanyol. Namun, para pemain cadangan di dalamnya juga pantas untuk tampil membela Spanyol. ”Semua orang berhak, tetapi pelatih yang memutuskan dan kami harus siap ketika dipanggil,” ujarnya.

Del Bosque mengatakan, Llorente dapat bermain pada pertandingan melawan Paraguay yang diperkirakan akan menerapkan pola bertahan yang kuat. ”Seluruh pemain membutuhkan kepercayaan penuh, mereka perlu tahu bahwa mereka dapat membantu,” papar Del Bosque menanggapi ucapan Llorente.

Empat gol

Satu pemain Spanyol yang sudah cukup percaya diri adalah David Villa. Bersama pemain Argentina, Higuain, Villa berhasil menyarangkan empat gol. Jumlah gol ini adalah yang tertinggi selama Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Llorente percaya, anggota tim berbakat Spanyol tak harus bergantung kepada Villa, striker yang sekarang bergabung dengan Barcelona tersebut. ”Villa sangat penting bagi kami, tetapi tujuan kita sama, yaitu sama-sama mencetak gol,” tuturnya.

Del Bosque sendiri memuji kinerja Villa yang dapat menjangkau seluruh ujung lapangan sehingga mampu menelurkan gol banyak. Menurut dia, selain mampu mempersembahkan banyak gol, Villa juga melakukan tugas pertahanan dengan sempurna, khususnya saat melawan Portugal.

Sejarah menunjukkan, Spanyol berhasil lolos ke urutan keempat Piala Dunia 1950. Namun, setelah itu Spanyol selalu tak berhasil menembus babak perempat final.

Bersumpah

Sementara itu, kapten sekaligus kiper Paraguay Justo Villar berniat menahan skuad Spanyol dalam laga perempat final, Sabtu mendatang. ”Kami tidak akan memberi peluang kepada mereka. Mereka adalah tim yang sangat mahir menggiring bola dengan cepat. Jika memberi sedikit peluang saja, kami akan kecolongan,” ucapnya.

Penyerang Paraguay Nelson Haedo Valdez setuju bahwa menghentikan gelandang dan penyerang Spanyol adalah suatu keharusan. ”Kami tak akan membiarkan mereka bermain. Di tengah lapangan, kami tak bisa membiarkan mereka bergerak. Inilah salah satu tim favorit yang diunggulkan menang,” papar Valdez.

Paraguay, yang untuk pertama kali lolos ke perempat final, mengalahkan Jepang lewat drama adu penalti dengan skor 5-3.

(AP/REUTERS/abk)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau