Padang, Kompas
Namun, robohnya jembatan DH 134 pada Kilometer 59 di kawasan Sicincin, yang menuju arah Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Maret lalu membuat rencana itu tertunda. Akibatnya, lima gerbong kereta dengan nilai sekitar Rp 12 miliar yang didatangkan dari Kementerian Perhubungan itu belum bisa digunakan.
”Selain itu, jembatan lain di wilayah Air Terjun Lembah Anai juga masih rusak dan perlu perbaikan,” kata Romeyo. Ia mengatakan, upaya perbaikan jembatan itu masih menunggu kucuran dana APBN pada tahun 2010 ini.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat Yulnofrins Napilus saat dihubungi pada hari yang sama mengatakan, upaya perbaikan kemungkinan akan dilakukan dengan mendatangkan jembatan sejenis bekas pakai dari Pulau Jawa. ”Kalau di Sumbar ini kan peruntukannya hanya untuk kereta wisata dengan kecepatan hanya sekitar 20 kilometer per jam, jadi tidak diperlukan jembatan yang benar-benar baru,” kata Nofrins sembari menyebutkan sekitar tiga bulan mendatang jembatan itu sudah bisa dipasang.
Ia menambahkan, pengadaan kereta api wisata di Sumbar merupakan upaya untuk memberikan pilihan bagi wisatawan menikmati alam Minangkabau. Namun, Nofrins menambahkan, saat ini terdapat pula sejumlah lokomotif yang terbengkalai akibat tidak lagi dioperasikan.
”Ada sekitar 20 lokomotif diesel yang tidur,” kata Nofrins.
Adapun menurut Romeyo, jalur kereta api di Sumbar saat ini saat ini terdiri atas jalur reguler Kota Padang-Pariaman, dengan rangkaian kereta Sibinuang dan Dangtuangku yang dioperasikan setiap hari serta kereta wisata Padang-Panjang-Sawahlunto.