Terkait kedudukan jaksa agung

Gayus: Pernyataan Yusril Tepat

Kompas.com - 02/07/2010, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menurut Gayus Lumbuun, pernyataan yang diungkapkan mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra, mengenai kedudukan Jaksa Agung Hendarman Supandji, tepat.

Anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR itu mengatakan, Jaksa Agung adalah pembantu presiden yang masa jabatannya satu paket dengan menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Yusril mempermasalahkan keabsahan jabatan Hendarman karena tidak ada keputusan presiden (keppres) yang baru untuk Jaksa Agung pasca-berakhirnya Kabinet Indonesia Bersatu I.

"Pernyataan Pak Yusril tepat. Menurut UU Kejaksaan, Jaksa Agung pembantu presiden. Berbeda dengan Kapolri. Memang berakhir ketika kabinet berakhir," kata Gayus di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/7/2010).

Apakah dengan demikian jabatan Jaksa Agung saat ini tidak sah seperti laporan Yusril? Mengenai hal ini, Gayus berbeda pandangan. Menurutnya, tidak adanya keppres baru lebih kepada kekurangan administrasi.

"Jaksa Agung itu pembantu presiden dan tidak ada pernyataan Presiden yang menyatakan tidak sah. Bukan tidak sah, tapi kekurangan syarat administratif. Sah atau tidaknya tergantung Presiden," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dikatakan Gayus, surat keputusan pengangkatan hanya merupakan bukti formal. Secara material, Presiden masih menggunakan Jaksa Agung hingga saat ini.

"Artinya, Presiden masih mengakui yang bersangkutan," ujar Gayus.

Karena itu, dia berpandangan, meski tak ada keppres ataupun surat pengangkatan baru bagi Jaksa Agung, tak berarti posisi yang dijabat yang bersangkutan tak sah. Hal ini, menurut Gayus, tidak akan membawa implikasi hukum terhadap segala keputusan yang telah dibuat.

"Tidak memengaruhi kedudukan keputusan semasa jabatannya," kata Gayus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau