Asal Muasal Hand Bouquet Pengantin Wanita

Kompas.com - 02/07/2010, 18:26 WIB

KOMPAS.com - Konon, dulu para pengiring pengantin wanita yang ingin "ketularan" menikah dari si pengantin akan mencoba membawa robekan gaun pengantin untuk dibawa pulang. Terbayang kan sedihnya si pengantin wanita yang pulang dengan gaun robek? Nah, tradisi tersebut diubah dengan si pengantin wanita membuang buket bunga sebelum meninggalkan lokasi pesta pernikahan.

Tradisi lempar buket bunga yang dipercaya datang sejak abad ke-14 ini dipercaya bisa membawa keberuntungan bagi wanita bisa menangkapnya. Konon, wanita yang menangkapnya adalah wanita yang akan menikah berikutnya.

Menurut buku Wedding Inspiration yang ditulis oleh Tina Andrean, ada cerita di balik buket bunga pengantin. Semula, pengantin wanita hanya membawa sejumput tanaman obat. Wangi tanaman obat tersebut dipercaya bisa menangkal pengaruh kekuatan jahat, kesialan, dan penyakit. Umumnya, para pengantin wanita menggunakan bawang putih. Kemudian pada zaman Yunani dan Romawi tradisi ini diubah dengan menyematkan rangkaian bunga pada rambut pengantin wanita sebagai perlambang kehidupan dan kesuburan.

Untuk mencari hand bouquet yang tepat, biasanya pengantin hanya memilih berdasarkan warna dan selera pribadi. Namun, setelah mengetahui artinya, ada baiknya Anda mulai berhati-hati dalam memilih bunga. Pilih bunga sesuai karakter Anda dan pasangan. Anda bisa mencoba berkreasi dalam bentuk, baik itu bulat, geometris, atau simetris. Ringan, panjang, atau ramping. Natural, elegan, atau dramatis.

Berikut tips dari Tina Andrean untuk memilih hand bouquet:
* Sesuaikan dengan gaun Anda. Konsultasikan dengan floris atau dekorator yang membantu pesta. Jangan memesannya mendadak, siapa tahu bunga yang Anda impikan malah sedang tidak musim, kan repot.
* Untuk gaun yang sederhana, buket bunga bisa didesain dengan sedikit berwarna. Sebaliknya, untuk gaun yang sangat berwarna dan penuh detail, pilih bunga yang sederhana. Perhatikan juga pita dan aksesori bunga lainnya agar tidak terlihat berlebihan bila dipadankan dengan gaun Anda.
* Untuk gaun putih, bisa coba padankan dengan warna-warna bunga khusus, seperti oranye atau fuchsia.
* Bisa pula mencoba untuk memadankan warna riasan dengan warna bunga Anda.
* Bila ingin bunga impor, pesanlah jauh-jauh hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau