Kepercayaan untuk Torres

Kompas.com - 03/07/2010, 03:46 WIB

Torres mulai kehilangan kepercayaan di mata suporter Spanyol. Empat kali striker Liverpool itu ditampilkan, tiga di antaranya menjadi starter, tetapi belum satu pun gol dia sumbangkan. Ia kesulitan menemukan bentuk asli permainannya setelah operasi lutut sebelum Piala Dunia 2010.

Dalam jajak pendapat media Spanyol, pendukung ”La Furia Roja” menginginkan perubahan amunisi di lini depan pasukan Vicente del Bosque. Menurut mereka, Fernando Llorente jauh lebih menjanjikan ketimbang Torres. Llorente tampil sebagai pengganti saat Spanyol memukul Portugal 1-0 di babak 16 besar.

Namun, opini suporter Spanyol itu tidak memengaruhi pikiran dan insting Del Bosque. ”Striker kami saat ini tetap Fernando (Torres). Dia telah ambil bagian di seluruh empat laga, sekalipun tidak penuh, dan dia akan terus tampil. Kami percaya sepenuhnya kepadanya tanpa menutupi kenyataan bahwa Fernando Llorente juga bisa berbuat banyak,” papar Del Bosque.

Mengapa Torres tetap dipercaya meski belum meyakinkan? Del Bosque melihat kehadiran Torres berpengaruh besar bagi timnya dalam memetik kemenangan. Hal itu terlihat saat Spanyol memukul Cile 2-1 di penyisihan Grup H. Torres selalu menguras konsentrasi bek-bek lain, bahkan juga kiper.

Jadi leluasa

Situasi ini memberi keleluasaan bagi tandemnya, David Villa, bergerak memanfaatkan celah dan mencetak gol. Gol Villa ke gawang Cile, tim Amerika Selatan seperti halnya Paraguay, persis buah dari skema taktik itu. Torres melesat mengejar bola, lalu bek dan kiper Cile terpengaruh gerakannya, pada saat itulah tugas Villa menuntaskan serangan.

Bagi pelatih mana pun, tidak penting siapa yang membuat gol. Yang terpenting, gol itu lahir dari kaki siapa saja. Senada dengan Del Bosque, Villa juga nyaman berduet dengan Torres. ”Kami tahu kondisi lututnya sebulan lalu dan saya tidak sepakat dengan mereka yang menyebut aksi Torres di bawah form,” katanya.

Dalam skema Del Bosque, Llorente akan diturunkan sebagai pengganti. Striker Athletic Bilbao itu dinilai memberi darah baru serangan tim di saat lawan mulai kelelahan, seperti yang dia perlihatkan saat melawan Portugal. Del Bosque diprediksi tidak akan mengubah formasi tim seperti saat menghadapi Portugal itu.

Dengan tampilnya Torres, seperti laga-laga sebelumnya, Villa akan banyak bergerak di sisi kiri. Andres Iniesta, yang telah menyumbang gol, andalan di lini tengah bersama Xavi Hernandez, Xabi Alonso, dan Sergio Busquets. Tembok pertahanan ”Matador” masih dipercayakan kepada kuarter Sergio Ramos, Carles Puyol, Gerard Pique, Joan Capdevila, dan kiper Iker Casillas.

Tiadanya perubahan formasi itu, selain karena tak ada problem cedera, juga karena Spanyol relatif bersih dari sanksi akibat pelanggaran. Dari empat laga, hanya Alonso yang diganjar kartu kuning. Teknik mengumpan level tinggi dan dominasi penguasaan bola membuat Spanyol lebih banyak dilanggar.

Laga Spanyol versus Paraguay adalah duel dua tim dengan gaya berbeda. Jika Spanyol lebih bernaluri menyerang, Paraguay tipikal tim defensif. Tidak kebobolan dalam dua laga terakhir adalah bukti ketangguhan pertahanan Paraguay.

”Laga itu bakal menarik, di mana Anda bakal melihat dua tipe gaya yang berbeda,” kata Justo Villar, kiper Paraguay. ”Satu tim berusaha menyerang dengan teknik mereka, sementara kami berusaha menghentikan (serangan) mereka dan berusaha memanfaatkan peluang (lewat serangan balik).”

Di atas kertas, Spanyol diunggulkan. Pelatih Paraguay Gerardo Martino menyadari hal itu. ”Jika Anda membuat analisis, banyak tim lebih super ketimbang Paraguay dari segi sepak bola. Namun, saya tidak tahu apakah tim-tim itu punya tekad seperti kami,” kata Martino.

(Mh Samsul Hadidari Johannesburg, Afrika Selatan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau