Torres mulai kehilangan kepercayaan di mata suporter Spanyol. Empat kali striker Liverpool itu ditampilkan, tiga di antaranya menjadi starter, tetapi belum satu pun gol dia sumbangkan. Ia kesulitan menemukan bentuk asli permainannya setelah operasi lutut sebelum Piala Dunia 2010.
Dalam jajak pendapat media Spanyol, pendukung ”La Furia Roja” menginginkan perubahan amunisi di lini depan pasukan Vicente del Bosque. Menurut mereka, Fernando Llorente jauh lebih menjanjikan ketimbang Torres. Llorente tampil sebagai pengganti saat Spanyol memukul Portugal 1-0 di babak 16 besar.
Namun, opini suporter Spanyol itu tidak memengaruhi pikiran dan insting Del Bosque. ”Striker kami saat ini tetap Fernando (Torres). Dia telah ambil bagian di seluruh empat laga, sekalipun tidak penuh, dan dia akan terus tampil. Kami percaya sepenuhnya kepadanya tanpa menutupi kenyataan bahwa Fernando Llorente juga bisa berbuat banyak,” papar Del Bosque.
Mengapa Torres tetap dipercaya meski belum meyakinkan? Del Bosque melihat kehadiran Torres berpengaruh besar bagi timnya dalam memetik kemenangan. Hal itu terlihat saat Spanyol memukul Cile 2-1 di penyisihan Grup H. Torres selalu menguras konsentrasi bek-bek lain, bahkan juga kiper.
Situasi ini memberi keleluasaan bagi tandemnya, David Villa, bergerak memanfaatkan celah dan mencetak gol. Gol Villa ke gawang Cile, tim Amerika Selatan seperti halnya Paraguay, persis buah dari skema taktik itu. Torres melesat mengejar bola, lalu bek dan kiper Cile terpengaruh gerakannya, pada saat itulah tugas Villa menuntaskan serangan.
Bagi pelatih mana pun, tidak penting siapa yang membuat gol. Yang terpenting, gol itu lahir dari kaki siapa saja. Senada dengan Del Bosque, Villa juga nyaman berduet dengan Torres. ”Kami tahu kondisi lututnya sebulan lalu dan saya tidak sepakat dengan mereka yang menyebut aksi Torres di bawah
Dalam skema Del Bosque, Llorente akan diturunkan sebagai pengganti. Striker Athletic Bilbao itu dinilai memberi darah baru serangan tim di saat lawan mulai kelelahan, seperti yang dia
Dengan tampilnya Torres, seperti laga-laga sebelumnya, Villa akan banyak bergerak di sisi kiri. Andres Iniesta, yang telah menyumbang gol, andalan di lini tengah bersama Xavi Hernandez, Xabi Alonso, dan Sergio Busquets. Tembok pertahanan ”Matador” masih dipercayakan kepada kuarter Sergio Ramos, Carles Puyol, Gerard Pique, Joan Capdevila, dan kiper Iker Casillas.
Tiadanya perubahan formasi itu, selain karena tak ada problem cedera, juga karena Spanyol relatif bersih dari sanksi akibat pelanggaran. Dari empat laga, hanya Alonso yang diganjar kartu kuning. Teknik mengumpan level tinggi dan dominasi penguasaan bola membuat Spanyol lebih banyak dilanggar.
Laga Spanyol versus Paraguay adalah duel dua tim dengan gaya berbeda. Jika Spanyol lebih bernaluri menyerang, Paraguay tipikal tim defensif. Tidak kebobolan dalam dua laga terakhir adalah bukti ketangguhan pertahanan Paraguay.
”Laga itu bakal menarik, di mana Anda bakal melihat dua tipe gaya yang berbeda,” kata Justo Villar, kiper Paraguay. ”Satu tim berusaha menyerang dengan teknik mereka, sementara kami berusaha menghentikan (serangan) mereka dan berusaha memanfaatkan peluang (lewat serangan balik).”
Di atas kertas, Spanyol diunggulkan. Pelatih Paraguay Gerardo Martino menyadari hal itu. ”Jika Anda membuat analisis, banyak tim lebih super ketimbang Paraguay dari segi sepak bola. Namun, saya tidak tahu apakah tim-tim itu punya tekad seperti kami,” kata Martino.