PEKANBARU, KOMPAS.com - Sebagian besar masyarakat Pekanbaru yang menggunakan tabung gas paket konversi kembali beralih ke minyak tanah, karena takut meledak seperti yang marak terjadi di Pulau Jawa.
"Awalnya memang saya menggunakan kompor dan tabung gas pemberian pemerintah tersebut. Tetapi sejak satu bulan terakhir, saya kembali menggunakan kompor minyak," jelas Gusniawati, warga Marpoyan Damai, Pekanbaru, Minggu (4/7/2010).
Menurutnya, maraknya berita mengenai meledaknya tabung gas membuat dirinya takut menggunakannya. Walaupun, sebagian pihak mengatakan, ledakan disebabkan buruknya kualitas selang.
"Memang saya sudah menggantinya dan membeli sesuai dengan kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) baik selang maupun regulatornya. Tetapi tetap saja takut menggunakannya," ujarnya.
Ungkapan senada juga disampaikan Iyang, warga Jalan Lele, Marpoyan Damai, yang mengatakan, ia tetap menggunakan kompor minyak. Walaupun saat ini harga minyak tanah makin mencekik mencapai Rp 7.000 perliternya.
"Sejak diberikan, saya belum memakainya. Takut meledak, seperti yang diberitakan di televisi," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Suraji, mengimbau agar pengguna gas tetap menggunakan kompor yang telah diberikan dalam program konversi tersebut.
Pengguna kompor gas harus mematuhi peraturan dalam menggunakan gas. Menurut dia, sebelum program konversi dilangsungkan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi cara penggunaan kompor gas yang aman.
"Sejauh ini di Pekanbaru belum ditemukan adanya ledakan. Kita berharap, agar seterusnya tidak terjadi ledakan akibat tabung gas," harap Suraji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang