Dhani Gebrak Ambon

Kompas.com - 04/07/2010, 20:16 WIB

AMBON, KOMPAS.com -- Pentolan band Dewa 19, Ahmad Dhani, akan tampil sebagai bintang tamu dalam konser musik Sprite D`plong 2010 di Kota Ambon pada 8 Juli 2010.

Dalam konser yang dijadwalkan pelaksanaannya di Lapangan Merdeka, Dhani akan tampil bersama kelompok musik asuhannya, The Rock Indonesia Ahmad Dhani alias T.R.I.A.D.

Gibran Ely, project officer Red Stones Event Orgonizer (EO) selaku penyelenggara acara menyatakan, Ambon menjadi kota pertama yang akan dikunjungi personil T.R.I.A.D yang terdiri dari Ahmad Dhani (Vokal), Cameria Happy Pramita (Gitar dan Backing Vocal), Ices (Bass), Tharaz Bistara (Gitar), Ikmal Tobing (Drummer) dan Wahyu Sudiro (Gitar) melalui pertunjukan musik bertajuk Sprite D`plong, yang juga dijadwalkan digelar di Purwokerto, Jawa Tengah pada 17 Juli 2010.

Gibran Ely mengatakan, T.R.I.A.D akan tampil dalam pertunjukan musik yang melibatkan lima band lokal dari 26 kelompok musik yang lolos audisi. "T.R.I.A.D dijadwalkan akan menyanyikan delapan lagu saat konser nanti," katanya.

Ia menambahkan, Ambon merupakan satu-satunya kota yang hanya dikunjungi satu bintang tamu dalam pertunjukan musik tersebut. Acara akan akan dimulai dengan konvoi 20 mobil dari Rannalt` Racing dan 50 motor dari berbagai pangkalan ojek dan komunitas motor.

Sprite D`plong merupakan ajang bagi grup band lokal Ambon untuk meraih hadiah sebesar Rp15 juta bagi pemenang pertama, Rp10 juta untuk juara dua dan Rp7.500.000 untuk juara tiga. Sedangkan dua juara harapan akan mendapatkan masing-masing Rp5 juta.

Semua peserta diharuskan membawakan lagu dari Chrisye (almarhum), Nidji, Peterpan, Radja, Vierra, Meggy Z dan lain-lain dengan aransemen sendiri.

Mereka juga harus menggabungkan beberapa genre musik dalam aransemennya, misalnya hip-hop/rock atau pop/rock, seperti tahun kemarin Ahmad Dhani menciptakan lagu Sensasi Plong beraliran rock/dut untuk jinggle iklan sprite.

Audisi Sprite D`plong dibuka sejak pertengahan April 2010 dan diikuti oleh 26 band lokal yang mengirimkan CD Demo hasil aransemen ke Radio DMS, Ambon yang kemudian dikirim ke Jakarta untuk seleksi 10 band yang dinilai pantas berkompetisi melalui jajak pesan singkat di Radio.

"Targetnya sih 50 band tiap kota, tapi di Ambon cuma 26 kelompok musik saja yang mengirimkan CD demo. Dari 10 yang masih bertahan, ada beberapa band yang menggabungkan empat aliran musik sekaligus," ujar Gibran menjelaskan.

Ia berharap semifinal Piala Dunia 2010 tidak akan menyebabkan sepinya penonton dan cuaca juga bisa lebih bersahabat saat pertunjukan musik tersebut digelar di Lapangan Merdeka Ambon, karena saat ini Maluku sedang mengalami musim tenggara yang mengakibatkan sering turunnya hujan.

"Tiketnya hanya Rp3.500 dan pengunjung bisa menukarnya dengan dua kaleng sprite. Kita juga akan menghadirkan Expo Band sebagai penyanyi pembuka nantinya," katanya.

Expo Band merupakan juara pertama kompetisi band A Mil d Wanted 2009 untuk regional Indonesia Timur, berlangsung di Jayapura. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau