Preview uruguay vs belanda

"Perang" Semifinalis Paling Mengejutkan

Kompas.com - 05/07/2010, 04:30 WIB

KOMPAS.com — Belanda dan Uruguay merupakan semifinalis paling mengejutkan dengan alasan yang berbeda pada Piala Dunia 2010. "Oranje" lolos setelah menaklukkan juara dunia lima kali, Brasil, dan "La Celeste" melewati pertarungan dramatis untuk memelihara asa mengulangi sejarah 60 tahun silam, ketika terakhir kali mengangkat trofi pergelaran paling bergengsi antarnegara di dunia ini.

Sekarang, dua negara itu harus "berperang" untuk meraih satu tiket ke partai final. Stadion Cape Town di Afrika Selatan akan menjadi saksi pertarungan tersebut, Selasa malam atau Rabu (7/7/2010) dini hari WIB.

Dihuni pemain-pemain dengan bakat yang luar biasa, Belanda telah memperlihatkan penampilan yang impresif sehingga mereka kembali melangkah ke semifinal sejak melakukannya pada Piala Dunia 1998. Namun, kali ini "The Flying Dutchmen" mencapai babak empat besar dengan penampilan yang mengagumkan karena bisa menyingkirkan Brasil 2-1, Jumat (2/7/2010).

Dalam pertarungan yang ketat itu, "Oranje" bisa bangkit dari ketertinggalannya. Setelah Robinho menjebol gawang Maarten Stekelenburg pada menit ke-10, pasukan "Negeri Kincir Angin" ini membalikkan keadaan pada paruh kedua. Wesley Sneijder memborong gol kemenangan Belanda, termasuk tendangannya pada menit ke-68 yang dibelokkan oleh gelandang Felipe Melo.

Penampilan impresif yang berujung kemenangan hingga akhirnya menembus semifinal ini membuat kepercayaan diri tim meningkat. Namun, Pelatih Bert van Marwijk tahu, mereka masih perlu dua pertandingan lagi untuk mengakhiri penantian panjang merengkuh gelar pertama Piala Dunia (Belanda hanya jadi finalis pada Piala Dunia 1974 dan 1978).

"Sebelumnya, kami telah membuktikannya," ujar Van Marwijk. "Mengingat dua tahun lalu di Austria dan Swiss, kami mengalahkan Italia dan Perancis dan semua orang sudah berpikir kami akan jadi juara Eropa.

"Tetapi nyatanya, kami bahkan tidak mencapai perempat final karena kami berpikir kami sudah berada di sana. Itulah yang saya sudah coba untuk meyakinkan bahwa ini harus berbeda."

Namun dalam laga krusial ini nanti, Van Marwijk harus membuat dua perubahan di susunan pemain, menyusul akumulasi kartu kuning kepada gelandang Nigel de Jong dan bek Gregory van der Wiel. Joris Mathijsen tampaknya akan mengisi posisi van der Wiel setelah dia absen di perempat final akibat cedera.

Di sisi lain, Uruguay juga sedang memiliki semangat yang luar biasa. Selain sebagai satu-satunya wakil dari Amerika Selatan yang tersisa pada babak empat besar, "La Celeste" juga ingin mengulangi sejarah terindahnya ketika jadi juara dunia tahun 1930 dan 1950.

Satu kenangan indah sudah digapai, yaitu untuk pertama kalinya menuju semifinal sejak 1970. Tempat pada babak empat besar ini diperoleh dengan cara yang sangat dramatis dan perlu pengorbanan yang luar biasa ketika melawan Ghana pada perempat final, Jumat malam atau Sabtu (3/7/2010) dini hari WIB.

Striker Luis Suarez rela bermain "kotor" dengan menangkap bola yang seharusnya sudah masuk ke gawang, saat pertandingan memasuki detik-detik akhir. Pelanggaran itu berbuah hukuman yang setimpal. Suarez diganjar kartu merah dan Ghana mendapat tendangan penalti.

Ternyata, Asamoah Gyan yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya karena bola tendangan striker "The Black Stars" ini membentur mistar gawang dan memantul keluar. Dengan demikian, skor pertandingan selama waktu normal plus perpanjangan 2 x 15 menit tetap imbang 1-1 sehingga dilanjutkan dengan drama adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak menuju semifinal. Uruguay menjadi pemenang dengan skor 4-2.

Berbagai rintangan dan duel berat yang sudal dilewati membuat Uruguay semakin kuat. Pasukan "Biru Langit" tak ingin peluang di depan mata untuk meraih trofi sekaligus menyelamatkan muka Amerika Selatan pada Piala Dunia ini terbuang begitu saja.

"Kami adalah tim terakhir lolos dari kualifikasi dan kami harus memainkan 20 pertandingan untuk sampai di sini," ujar gelandang Diego Perez. "Melewati momen-momen sulit membuat kami lebih kuat dan itu sudah membantu kami untuk maju. Sekarang, kami akan berusaha untuk terus melangkah," ungkapnya.

Namun, optimisme yang membubung tinggi ini harus dibarengi kewaspadaan terhadap kekuatan lawan, apalagi Uruguay pasti kehilangan Suarez dalam partai sulit ini sehingga Diego Forlan akan menjadi harapan utama untuk menjebol gawang Belanda.

Dalam sejarah Piala Dunia, Uruguay dan Belanda baru satu kali bertemu. Pertarungan pada penyisihan grup Piala Dunia 1974 itu berakhir dengan skor 2-0 untuk "Oranje", yang akhirnya bisa melangkah ke final, sebelum ditaklukkan Argentina.

Nah, bagaimana dengan pertemuan nanti di Cape Town? Kita tunggu saja "perang" antara perwakilan Amerika Selatan dan Eropa ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau