JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 325 siswa sekolah dasar (SD) mengikuti Olimpiade Matematika yang diselenggarakan oleh Yayasan Peduli Matematika Indonesia (YPMI) di Istora Senayan Jakarta, Senin (5/7/2010). Pesertanya adalah siswa-siswi kelas lima SD dari Bali, Semarang, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta, Bogor, Tangerang, serta Bekasi.
Ketua YPMI Polmas Sihombing mengatakan, untuk olimpiade ini, panitia menyediakan 20 soal yang dibagi menjadi dua, yakni soal A untuk soal seleksi awal dan soal B untuk seleksi inti. "Ada lima juri yang akan menyeleksi," kata Polmas.
Pemenangnya, kata dia, diumumkan pada 10 Juli 2010 melalui laman www.peduli-matematika.org. Selain itu, berhadiah uang pembinaan Rp 4 juta, siswa juga akan memperoleh medali terkait hasil lomba yang sesuai kriteria penjurian. Untuk medali emas, nilai yang harus diperoleh sekitar 91-100, perak nilai sekitar 81-90, dan perunggu dengan nilai sekitar 71-80.
"Selain tingkat SD, juga diselenggarakan Olimpiade Matematika untuk tingkat SMP. Saat ini peserta SMP yang mendaftar sebanyak 225 siswa, dan tanggal 8 Juli 2010 untuk tingkat SMA dengan jumlah pendaftar 165 siswa," katanya.
Polmas menuturkan, Olimpiade Matematika tingkat SD dan SMA merupakan salah satu rencana kegiatan YPMI pada 2010-2011, selain juga menyelenggarakan kompetisi Matematika untuk guru dan menyelenggarakan program belajar Matematika dengan sistem pembelajaran jarak jauh untuk 1.000 guru SD dari sejumlah kabupaten/kota di Indonesia.
Pungki Dwi Karna, peserta olimpiade yang duduk di kelas lima SDN Beji VI, Depok Utara, mengatakan, ada 20 soal yang harus dikerjakan peserta dalam waktu dua jam. "Soalnya agak susah karena ada yang sudah diajarkan di sekolah, tapi ada juga yang belum," kata Pungki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang