Dyna Juga Galak di "On Road"

Kompas.com - 05/07/2010, 17:55 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Buat pengusaha atau perusahaan angkutan barang dan penumpang, kendaraan menjadi senjata andalan. Dalam hal ini, kendaraan itu tentu adalah truk. Tak cukup bermodalkan tenaga besar saja, truk perlu punya kemampuan yang cepat, andal, dan daya angkut yang maksimal. Yang lebih penting lagi, sebuah truk sanggup memberikan performa yang tangguh di jalan mulus (on road), tanjakan, dan jalan kasar (off-road).

Seperti kita ketahui, sekarang ini banyak pilihan untuk kendaraan yang dikategori kendaraan komersial (truk). Ada dari Jepang, China, dan Eropa. Tapi yang menguasai pangsa pasar hanya dua merek, salah satunya Toyota dengan produk andalannya, Dyna.

Namun, di kalangan para sopir atau pengusaha, "Si Kepala Merah"—sebutan untuk Dyna—dikenal kurang ganas di on road. Benarkah demikian? Kebetulan, Kompas.com sudah menemui beberapa narasumber yang sehari-hari bergelut dengan Toyota Dyna. Inilah komentar mereka.

Ir Joanes Sani Wijaya, Asset Maintenance & Purchasing PT Balina Agung Perkasa, distributor minuman mineral Aqua. Dari 400 lebih kendaraan, Dyna ada 243 unit dari berbagai varian. "Saya pernah ketemu beberapa orang. Omongannya memang begitu (Dyna payah di on road). Bagi saya, sama saja. Buktinya, Dyna yang kami pakai sudah mendekati 10 tahun dan sampai sekarang tidak ada keluhan."

Hartono, Pemilik PT Menara, perusahaan angkutan Semarang-Surabaya dengan 5 truk Dyna. "Tidak benar Dyna kalah di on road. Masing-masing (sama kompetitor 'Kepala Kuning') punya kelebihan. Tapi, kalau pakai untuk kerja, Dyna lebih kuat. Hanya tak bisa dibuat untuk koboi-koboian (diajak cepat)."

Ir R Handoko Sukijadi, Direktur PT Menara. "Kalau untuk mengejar waktu, Dyna tidak bisa. Seperti membawa surat, ikan, ayam atau daging. Selain itu, juga tergantung dari cara mengemudinya. Tidak bisa langsung dihentak, tapi harus diurut (pedal gas ditekan perlahan). Satu lagi, harus tepat memilih model untuk yang diangkut karena Dyna punya banyak varian dan bagi transporter jadi sedikit membingungkan. Contohnya, Dyna ET kurang cocok buat angkutan."

Ponco, bagian kendaraan perusahaan Kacang Atom Cap Gajah, Semarang. "Dyna kan ada yang engkol dan double. Untuk yang double sudah tidak oleng. Kecepatan rata-rata 70 km/jam masih enak. Terus, suaranya lebih halus ketimbang model sebelumnya yang berisik banget."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau