BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih Argentina, Diego Maradona mengatakan, kegagalannya dan skuad di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan adalah salah satu momen terburuk dalam hidupnya. Bahkan, menurutnya, mengingat faktor kegagalan itu telah menguras semua energinya.
Maradona melatih Argentina sejak 2008 silam dan kerap menuai banyak kritik, terutama pada fase penyisihan. Menurut sejumlah kalangan, meski merupakan pemain legendaris, kemampuan kepelatihan Maradona masih cetek.
Tertatih-tatih, Maradona akhirnya menjawab keraguan publik dengan membawa Lionel Messi dkk ke putaran final. Mereka yang sempat mengkritiknya habis-habisan pun mulai bungkam dan memberikan kepercayaan.
Maradona semakin melambungkan kepercayaan itu dengan membawa Argentina menutup fase gruip dengan rekor kemenangan seratus persen. Ia kemudian membawa Javier Mascherano dkk ke 16 besar dan mengalahkan Meksiko 3-1.
Argentina kemudian mulai diperhitungkan banyak orang sebagai kandidat juara. Sayang, melimpahnya dukungan malah berujung kekalahan 0-4 dari Jerman di perempat final. Argentina pun harus angkat koper lebih cepat dari Afrika Selatan.
Meski begitu, mengingat betapa Maradona dinilai tidak berkompeten di awal masa kepemimpinannya, publik Argentina tidak menganggapnya gagal. Itu ditunjukkan dengan sambutan hangat dari pendukung ketika Messi dkk tiba di tanah air.
Maradona mengaku berterima kasih atas sambutan itu. Namun, menurutnya, itu juga yang membuatnya terbebani rasa takut mengecewakan rakyat bila terus duduk di kursi panas itu.
"Saya mungkin pergi. Namun, saya ingin anak-anak ini untuk terus menunjukkan sepak bola Argentina yang sesungguhnya," ujar Maradona.
"Saya akan berusia 50 tahun pada 30 Oktober mendatang. Saya tumbuh dewasa. Ini adalah momen terberat dalam hidup saya,"
"Memiliki begitu banyak orang, pemain, para profesional. (Kegagalan) ini seperti tendangan ke muka. Saya tak punya energi lagi untuk melakukan apa pun," tuturnya. (SUN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang