Piala dunia

Maradona Kehabisan Tenaga

Kompas.com - 06/07/2010, 01:17 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pelatih Argentina, Diego Maradona mengatakan, kegagalannya dan skuad di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan adalah salah satu momen terburuk dalam hidupnya. Bahkan, menurutnya, mengingat faktor kegagalan itu telah menguras semua energinya.

Maradona melatih Argentina sejak 2008 silam dan kerap menuai banyak kritik, terutama pada fase penyisihan. Menurut sejumlah kalangan, meski merupakan pemain legendaris, kemampuan kepelatihan Maradona masih cetek.

Tertatih-tatih, Maradona akhirnya menjawab keraguan publik dengan membawa Lionel Messi dkk ke putaran final. Mereka yang sempat mengkritiknya habis-habisan pun mulai bungkam dan memberikan kepercayaan.

Maradona semakin melambungkan kepercayaan itu dengan membawa Argentina menutup fase gruip dengan rekor kemenangan seratus persen. Ia kemudian membawa Javier Mascherano dkk ke 16 besar dan mengalahkan Meksiko 3-1.

Argentina kemudian mulai diperhitungkan banyak orang sebagai kandidat juara. Sayang, melimpahnya dukungan malah berujung kekalahan 0-4 dari Jerman di perempat final. Argentina pun harus angkat koper lebih cepat dari Afrika Selatan.

Meski begitu, mengingat betapa Maradona dinilai tidak berkompeten di awal masa kepemimpinannya, publik Argentina tidak menganggapnya gagal. Itu ditunjukkan dengan sambutan hangat dari pendukung ketika Messi dkk tiba di tanah air.

Maradona mengaku berterima kasih atas sambutan itu. Namun, menurutnya, itu juga yang membuatnya terbebani rasa takut mengecewakan rakyat bila terus duduk di kursi panas itu.

"Saya mungkin pergi. Namun, saya ingin anak-anak ini untuk terus menunjukkan sepak bola Argentina yang sesungguhnya," ujar Maradona.

"Saya akan berusia 50 tahun pada 30 Oktober mendatang. Saya tumbuh dewasa. Ini adalah momen terberat dalam hidup saya,"

"Memiliki begitu banyak orang, pemain, para profesional. (Kegagalan) ini seperti tendangan ke muka. Saya tak punya energi lagi untuk melakukan apa pun," tuturnya. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau