Piala dunia 2010

Maradona: Kisahku Telah Berakhir

Kompas.com - 06/07/2010, 04:26 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Pelatih Argentina, Diego Maradona, mengatakan kepada media lokal, Senin (5/7/2010), bahwa "kisahnya telah berakhir", meskipun asosiasi sepak bola lokal di Argentina dan seorang teman dekat mengatakan kepada Reuters, dia tidak dilengserkan.

"Sudah terlaksana, kisahku sudah berakhir," demikian tulis surat kabar Cronica, mengutip pernyataan Maradona, dua hari setelah Jerman membantai Argentina 4-0 pada perempat final Piala Dunia 2010. "Saya telah memberikan segala yang saya miliki."

Namun, seorang juru bicara Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengatakan, Maradona tidak diberhentikan. Presiden AFA Julio Crondona juga akan bertemu dengan Maradona seusai Piala Dunia.

Seorang teman dekat Maradona mengatakan kepada Reuters, "Saya belum bisa mengonfirmasinya. Itu (pengunduran) adalah sesuatu yang harus didiskusikan." Dia menambahkan, keputusan Maradona akan diumumkan dalam jumpa pers, tetapi tidak dikatakan kapan.

"Diego sedang berada di rumah bersama keluarganya," ucapnya.

Pada hari Senin (5/7/2010), asisten Maradona dan mantan rekan timnas, Alejandro Mancuso, mengatakan kepada radio lokal, dia yakin Maradona akan terus menjalankan tugasnya sebagai pelatih.

Maradona dan pasukan "Albiceleste" kembali ke Buenos Aires pada hari Minggu atau sehari setelah kekalahan timnya dari tim Jerman. Meskipun banyak yang kecewa dengan performa tim di bawah besutan bintang Argentina pada Piala Dunia 1986 ini, tak sedikit pula yang mendukung, dengan memanggil namanya.

"Bagi saya, Maradona hebat," ujar Enrique Gonzalez (40). "Dia memiliki banyak pengalaman bermain di Piala Dunia. Apa yang tidak dia ketahui tentang melatih berani dia lakukan sehingga bagi kami dia adalah pelatih terbaik."

Di sisi lain, ada juga yang mengakui kehebatannya sebagai pemain ketika membawa Argentina juara dunia 1986. Hanya, Maradona dinilai belum pantas menangani tim nasional.

"Dia adalah pemain terbaik, tetapi dia belum siap menjadi pelatih," ujar Jose Parra (40), seorang pekerja pabrik.

Maradona masih memiliki sebuah kesepakatan dengan AFA hingga tahun 2011, ketika Argentina menjadi tuan rumah Copa Amerika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau