BUENOS AIRES, KOMPAS.com — Meski mengalami kegagalan menyakitkan di Afrika Selatan, rakyat Argentina menginginkan agar Diego Armando Maradona tetap melatih tim "Tango". Mereka percaya Maradona hanya butuh waktu lebih untuk membawa "Albiceleste" menuju kejayaan.
Maradona melatih Argentina sejak dua tahun lalu. Ia sempat dikritik karena tak dapat mengubah penampilan timnya yang angin-anginan di babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Namun, semua kritik itu lenyap setelah melihat penampilan "Albiceleste" di penyisihan grup putaran final.
Sebelum disingkirkan Jerman pada perempat final, Argentina merupakan tim yang paling meyakinkan dengan permainan menyerang mereka. Sayangnya, hal itu hanya bertahan hingga babak delapan besar.
Kegagalan Argentina sangat menyesakkan bagi Maradona. Hatinya merasa hancur oleh kegagalan itu meski sampai kini ia belum mengambil keputusan apakah akan lanjut sebagai pelatih atau memilih mundur. Rakyat Argentina, yang sangat mencintai Maradona, ingin sang pahlawan pada Piala Dunia 1986 itu tetap bertahan.
"Mengenal Diego, rasanya sulit bagi saya untuk memikirkan ia ingin mundur setelah gagal membawa tim mencapai targetnya di Piala Dunia. Kita tak bisa membuang semua pekerjaan baik yang telah ia lakukan," kata asisten Maradona, Alejandro Mancuso.
Kontrak Maradona sendiri baru akan habis pada 2011, bertepatan dengan kesempatan Argentina menjadi tuan rumah Copa America. "Yang harus memutuskan apakah akan lanjut atau tidak sebagai pelatih adalah Maradona," kata Luis Segura, anggota Federasi Sepak bola Argentina.
Dukungan terbesar untuk Maradona datang langsung dari orang nomor satu Argentina, Presiden Cristina Fernandez. "Bertahanlah, Maradona. Tak ada orang Argentina yang mampu memberikan kebahagiaan lebih di lapangan selain Maradona," kata Fernandez. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang