Piala dunia

Argentina Tetap Cinta Maradona

Kompas.com - 06/07/2010, 11:08 WIB

BUENOS AIRES, KOMPAS.com Meski mengalami kegagalan menyakitkan di Afrika Selatan, rakyat Argentina menginginkan agar Diego Armando Maradona tetap melatih tim "Tango". Mereka percaya Maradona hanya butuh waktu lebih untuk membawa "Albiceleste" menuju kejayaan.

Maradona melatih Argentina sejak dua tahun lalu. Ia sempat dikritik karena tak dapat mengubah penampilan timnya yang angin-anginan di babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Namun, semua kritik itu lenyap setelah melihat penampilan "Albiceleste" di penyisihan grup putaran final.

Sebelum disingkirkan Jerman pada perempat final, Argentina merupakan tim yang paling meyakinkan dengan permainan menyerang mereka. Sayangnya, hal itu hanya bertahan hingga babak delapan besar.

Kegagalan Argentina sangat menyesakkan bagi Maradona. Hatinya merasa hancur oleh kegagalan itu meski sampai kini ia belum mengambil keputusan apakah akan lanjut sebagai pelatih atau memilih mundur. Rakyat Argentina, yang sangat mencintai Maradona, ingin sang pahlawan pada Piala Dunia 1986 itu tetap bertahan.

"Mengenal Diego, rasanya sulit bagi saya untuk memikirkan ia ingin mundur setelah gagal membawa tim mencapai targetnya di Piala Dunia. Kita tak bisa membuang semua pekerjaan baik yang telah ia lakukan," kata asisten Maradona, Alejandro Mancuso.

Kontrak Maradona sendiri baru akan habis pada 2011, bertepatan dengan kesempatan Argentina menjadi tuan rumah Copa America. "Yang harus memutuskan apakah akan lanjut atau tidak sebagai pelatih adalah Maradona," kata Luis Segura, anggota Federasi Sepak bola Argentina.

Dukungan terbesar untuk Maradona datang langsung dari orang nomor satu Argentina, Presiden Cristina Fernandez. "Bertahanlah, Maradona. Tak ada orang Argentina yang mampu memberikan kebahagiaan lebih di lapangan selain Maradona," kata Fernandez. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau