DENPASAR, KOMPAS.com - Inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar di agen distribusi, tempat pengisian, serta pemasangan label tabung gas di Kota Denpasar, Selasa (6/7), mendapati sedikitnya 3.000 tabung gas bocor. Seluruh tabung gas bocor itu adalah tabung berukuran tiga kilogram.
Temuan ini cukup mengagetkan masyarakat Denpasar. Sebab, sehari sebelumnya manajemen PT Pertamina Rayon V, Denpasar, mengungkapkan, sepanjang bulan Juni 2010 telah menemukan 1.500 tabung gas berukuran tiga kilogram yang tidak dikeluarkan oleh Pertamina alias nonpertamina.
Atas dua hal itu, Pemkot Denpasar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat harus mengenali tabung asli, ciri-ciri tabung yang masih layak pakai, sekaligus tidak bocor. "Semua harus meningkatkan kewaspadaannya," kata Kepala Disperindag Denpasar, Wayan Geria.
Berdasarkan pengakuan pengelola tempat-tempat yang diinspeksi itu terungkap, tabung-tabung gas itu didistribusikan di beberapa kota/kabupaten di Bali, meliputi Denpasar, Gianyar, Klungkung, Bangli, dan Karangasem. Per hari, rata-rata terdapat 22.000 tabung gas berukuran tiga kilogram didistribusikan di wilayah-wilayah itu.
Diungkapkan Geria, 3.000 tabung gas itu adalah tabung asli. Sebagian besar tabung gas bocor itu didapati kebocorannya setelah diujicoba diisi dengan kekuatan lima kali lipat dari kapasitas kekuatan pengisian di waktu normal. Cara ini sengaja dilakukan untuk mengetahui kekuatan tabung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang