Sidak tabung gas

3.000 Tabung Gas Bocor Ditemukan

Kompas.com - 06/07/2010, 14:48 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar di agen distribusi, tempat pengisian, serta pemasangan label tabung gas di Kota Denpasar, Selasa (6/7), mendapati sedikitnya 3.000 tabung gas bocor. Seluruh tabung gas bocor itu adalah tabung berukuran tiga kilogram.

Temuan ini cukup mengagetkan masyarakat Denpasar. Sebab, sehari sebelumnya manajemen PT Pertamina Rayon V, Denpasar, mengungkapkan, sepanjang bulan Juni 2010 telah menemukan 1.500 tabung gas berukuran tiga kilogram yang tidak dikeluarkan oleh Pertamina alias nonpertamina.

Atas dua hal itu, Pemkot Denpasar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat harus mengenali tabung asli, ciri-ciri tabung yang masih layak pakai, sekaligus tidak bocor. "Semua harus meningkatkan kewaspadaannya," kata Kepala Disperindag Denpasar, Wayan Geria.

Berdasarkan pengakuan pengelola tempat-tempat yang diinspeksi itu terungkap, tabung-tabung gas itu didistribusikan di beberapa kota/kabupaten di Bali, meliputi Denpasar, Gianyar, Klungkung, Bangli, dan Karangasem. Per hari, rata-rata terdapat 22.000 tabung gas berukuran tiga kilogram didistribusikan di wilayah-wilayah itu.

Diungkapkan Geria, 3.000 tabung gas itu adalah tabung asli. Sebagian besar tabung gas bocor itu didapati kebocorannya setelah diujicoba diisi dengan kekuatan lima kali lipat dari kapasitas kekuatan pengisian di waktu normal. Cara ini sengaja dilakukan untuk mengetahui kekuatan tabung.    

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau