Piala dunia 2010

Ferguson: Rooney Bersinar di 2014

Kompas.com - 06/07/2010, 18:23 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menilai buruknya performa penyerang tim nasional Inggris di Piala Dunia 2010 lantaran sang pemain tak kuat membawa harapan besar publik Inggris yang membebani dirinya. Namun Fergie, sapaan akrabnya, yakin bahwa Rooney bakal bersinar di Piala Dunia 2014 mendatang.

Dari empat pertandingan yang dimainkan skuad "The Three Lions" di Afrika Selatan, Rooney tak pernah sekalipun mencetak gol. Padahal, sebelum berangkat ke Afsel, Rooney adalah pencetak gol terbanyak bagi MU dengan 26 gol. Namun, alih-alih menularkan ketajamannya di timnas Inggris, Rooney justru tampil mandul.

Fergie sendiri mengaku tak terlalu terkejut dengan kegagalan Rooney dan Inggris di Piala Dunia edisi ke-19 ini. Namun, pelatih berkebangsaan Skotlandia itu percaya Rooney akan bermain lebih baik, serta punya banyak pengalaman di Piala Dunia empat tahun ke depan, yang berlangsung di Brasil.

"Saya rasa terlalu banyak harapan pada diri Rooney. Ada banyak perbincangan perihal ia akan jadi pemain terbaik di turnamen ini. Ucapan-ucapan 'Ia akan jadi bintang, ia akan menghancurkan yang lain, Messi dan Ronaldo' inilah yang jadi awal dari semua kekacauan," tutur Fergie.

"Kemudian beban harapan tersebut masuk ke dalam diri pemain, sementara Rooney sendiri bukanlah pemain yang sudah kenyang dengan pengalaman bermain di Piala Dunia. Tapi Anda akan melihat di empat tahun ke depan, Rooney akan jadi pemain yang berbeda," kata pelatih berusia 68 tahun itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau