Presiden Resmikan SIM Pintar

Kompas.com - 06/07/2010, 20:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan program kartu surat izin mengemudi (SIM) pintar dengan teknologi microchip yang dapat digunakan untuk membayar denda tilang bagi pelanggar lalu lintas.

SIM pintar itu bagian dari sistem informasi, teknologi, dan manajemen polisi (Simtekpol) yang bersamaan diresmikan Presiden. Program itu diluncurkan saat acara syukuran HUT ke-64 Polri di PTIK, Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Ikut menyaksikan Wakil Presiden Boediono, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, para tamu negara, para menteri, pejabat negara, dan tamu lainnya. Saat peluncuran, disimulasikan penggunaan SIM untuk membayar tilang oleh salah satu pengendara mobil yang melanggar lalu lintas.

Petugas lalu lintas tinggal menggesek SIM ke alat gesek yang selalu dibawa. Karena itu, pelanggar lalu lintas tidak perlu lagi menghadapi sidang di pengadilan. "Pelayanan makin bagus, tidak ada lagi kongkalikong. Semoga sistem baru ini betul-betul meningkatkan pelayanan masyarakat," ucap Presiden.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menjelaskan, Simtekpol adalah sistem yang saling terkoneksi di seluruh satuan kerja Polri. Satuan kerja yang saling terhubung, seperti Pusat Informasi Kriminal Nasional, pengolahan data, pengendalian operasi, Direktorat Lalu Lintas, Interpol Indonesia, dan Puslabfor.

"Dengan sistem ini kami sudah bisa terkonek (terhubung) antarfungsi dan antar-Polda dari pendataan peristiwa-peristiwa penting, antar-Polda saling tahu. Kita bisa membuat satu tren, jadi minggu depan kita bisa tahu tren kriminalitas atau kecelakaan itu seperti apa. Nanti semua Polda bisa membuat rencana antisipasi," papar Edward.

Dikatakan Edward, sistem itu saat ini telah diaplikasikan di delapan Polda. Diharapkan akhir tahun 2010 seluruh Polda telah terkoneksi dengan sistem itu. "Untuk mengontrol di wilayah perbatasan, sudah terkoneksi antara lain Kalimantan Barat, NTT, dan Papua," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau