DURBAN, KOMPAS.com - Kesebelasan Jerman dan Spanyol lebih ingin kemenangan ditentukan pada waktu normal pada semifinal Piala Dunia 2010, Rabu (7/7/2010). Karena itu, kedua tim mengaku tak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi drama adu penalti.
Pada pertandingan nanti, kedua tim sama-sama ingin menorehkan tinta emas pada Piala Dunia kali ini. Sementara "Matador" ingin merasakan gelar juara dunia pertama kalinya, "Die Mannschaft" juga ingin mengulang kenangan manis 20 tahun silam.
Karena itu, hampir dipastikan laga akan berjalan alot dan bermain hati-hati sehingga drama adu penalti tak terelakkan. Namun ternyata kedua tim tak menginginkan hal itu. Bahkan, kedua pelatih mengakui, tak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi penalti.
"Anda tidak bisa merencanakan penalti. Setiap pelatih ingin timnya meraih kemenangan dalam 90 menit atau 120 menit dan tidak ingin tertekan saat melakukan penalti," kata pelatih tim "Panser", Joachim Loew.
"Tidak ada gunanya berlatih karena penalti hanya justru memberi tekanan kepada pemain. Anda mungkin harus mengambil tendangan yang paling penting dalam hidup Anda. Tidak ada gunanya mencoba menyimulasikan (penalti). Kami memiliki algojo penalti yang luar biasa. Mereka menunjukkannya di turnamen lain. Kami memiliki pemain yang sangat bagus dan memiliki keberanian untuk mengeksekusinya. Jadi tidak ada gunanya berlatih, kita akan mencoba untuk menang pada waktu normal," papar gelandang Spanyol, Xabi Alonso.
"Kami tidak melakukan latihan khusus. Kami bahkan tidak berbicara siapa yang akan mengambilnya. Kita lihat saja nanti," tambah pelatih Spanyol, Vicente del Bosque. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang