BUENOS AIRES, SENIN — Pelatih Argentina Diego Maradona dikabarkan akan berhenti melatih skuad Argentina. Namun, Asosiasi Sepak Bola Argentina dan rekan-rekan dekat Maradona menyanggah informasi berhentinya pelatih eksentrik Argentina tersebut.
Ini telah berakhir, babak saya telah selesai. Saya telah memberikan apa pun yang saya punya,” demikian pernyataan Maradona, seperti dikutip surat kabar Cronica
Juru bicara Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengatakan, Maradona secara resmi belum mundur. Presiden AFA Julio Grondona bahkan berencana bertemu dengannya setelah Piala Dunia selesai. Kini Grondona dilaporkan sedang berada di Afrika Selatan, tetapi tak jelas waktu dan lokasi Grondona akan bertemu Maradona.
Rencananya, Maradona akan memutuskan diri pada pertemuan dengan Grondona. Presiden AFA ini pula yang memberikan pekerjaan kepadanya sebagai Pelatih Argentina pada Oktober 2008 lalu.
Beberapa teman dekat Maradona mengaku belum bisa mengonfirmasi kabar pengunduran diri Maradona. Asisten Maradona sekaligus mantan pemain tim internasional, Alejandro Mancuso, yakin bahwa Maradona akan lanjut sebagai Pelatih Argentina.
”Sepengetahuan saya tentang Diego, sulit baginya untuk mundur begitu saja setelah tak mampu mencapai kemenangan di Piala Dunia. Kami tak dapat
Kini Argentina harus kembali dibuyarkan dengan perdebatan apakah tetap akan mempertahankan Maradona sebagai pelatih tim nasionalnya atau tidak.
Di beberapa jajak pendapat online yang diselenggarakan koran-koran besar Argentina, sebagian besar responden mengatakan bahwa Maradona harus berhenti. Namun, Maradona—yang berangkat dari kalangan masyarakat pinggiran yang kemudian membawa Argentina juara Piala Dunia tahun 1986 serta menjadi pelatih sejak 2008 ini—masih memiliki banyak pendukung
Maradona kembali ke Buenos Aires bersama dengan sisa-sisa timnas, Minggu (4/7), sehari setelah Jerman memupuskan harapan Argentina lolos ke babak semifinal. ”Sudahlah, siklus saya telah selesai,” ujarnya saat tiba di rumah.
Ribuan pendukung menyambut Maradona dan tim nasional Argentina di bandar udara, Minggu (4/7), sambil menyerukan nama Maradona. ”Bagiku, Maradona hebat. Dia punya banyak pengalaman bermain di Piala Dunia. Apa yang tak ia ketahui tentang melatih dia dapatkan melalui keberanian dan hal-hal mistik. Dia pelatih terbaik bagi kami,” kata Enrique Gonzales (40), salah seorang pendukung.
Sementara pihak lain berpikir bahwa Maradona, yang hanya melewati dua pelatihan singkat sebelum melatih skuad Argentina, jelas tak punya mandat.
Sebagai Pelatih Argentina, Maradona memiliki kesepakatan dengan AFA hingga 2011, tepat saat Argentina menjadi tuan rumah Copa Amerika. Pejabat senior AFA, Luis Segura, mengatakan, kontrak Maradona otomatis diikuti perpanjangan jabatannya sebagai pelatih yang dilanjutkan hingga Copa Amerika tahun 2011 mendatang.
”Yang memutuskan untuk lanjut atau tidak adalah Maradona,” kata Segura.
Kepada publik, Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner setuju bahwa Maradona tetap bertahan. ”Tetaplah di sana, Diego. Tak ada warga Argentina yang mampu memberikan kebahagiaan di lapangan sepak bola seperti Diego Maradona,” ujar Presiden Cristina Fernandez.
Maradona beserta timnya sempat diundang Presiden ke Pink House, istana kepresidenan Argentina. Namun, mereka menolak undangan tersebut karena merasa tak layak.
”Mereka menolak datang karena menganggap undangan ini sebagai penghargaan dan mereka merasa tak pantas. Namun, saya percaya bahwa mereka semua pantas mendapatkannya. Saya akan menunggu mereka,” kata Cristina Fernandez.
Presiden sebenarnya telah memanggil Maradona akhir pekan lalu. Namun, legenda sepak bola itu tak sanggup berbicara karena menangis akibat diliputi kesedihan mendalam.
Di tengah isu pengunduran