JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak tegas dalam menindaklanjuti rekomendasi DPR terkait kasus Bank Century. Pengamat ekonomi Hendri Saparini mengatakan, ketidaktegasan SBY akan memasung dirinya sendiri, terutama kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekonomi.
"DPR kan sudah memutuskan rekomendasi C. Tapi, kenapa Presiden tidak tegas menerima rekomendasi dan menindaklanjutinya? Ini akan berimplikasi panjang. Sekarang, semua langkah kebijakan ekonomi dikaitkan dengan Bank Century," kata Hendri dalam diskusi Ekonomi Politik Indonesia Pasca-Skandal Bank Century, Rabu (7/7/2010) di Gedung LIPI, Jakarta.
Hendri mencontohkan, saat Presiden mengajukan Darmin Nasution sebagai calon Gubernur BI. Nama Darmin kemudian dikaitkan dengan rekomendasi DPR yang menyebut Darmin sebagai salah satu pejabat yang harus bertanggung jawab terhadap bailout Bank Century.
Saat kebijakan diambil, Darmin menjabat Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Presiden belum menindaklanjuti, apakah dia bersalah atau tidak. Ini akan memasung kebijakan dan menghambat orang-orang yang sebetulnya akan membantu beliau," katanya.
"Ini akan berat. Kalau tak berani, SBY hanya akan muter-muter. Dan dia tidak bisa menghindar dari kasus Century karena menyangkut kredibilitas dan kebijakan," kata Hendri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang