SRINAGAR, KOMPAS.com - Ribuan polisi dan pasukan paramiliter India memberlakukan jam malam di ibu kota musim panas Kashmir, Srinagar, Rabu (7/7/2010) sehari setelah tiga pemrotes tewas.
Dua pria dan seorang wanita meninggal dalam insiden terpisah ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan kepada demonstran separatis yang marah, akibat kematian beberapa pemrotes bulan lalu.
Militer India disiagakan setelah pemerintah menyerukan mereka agar membantu menjaga pelaksanaan jam malam, yang secara luas diabadai pada Selasa.
"Permintaan itu datang dari pemerintah negara. Kami telah laporkan hal itu kepada New Delhi. Kami kini dalam siaga," kata juru bicara militer India, J.S. Brar kepada AFP.
Srinagar telah menjadi fokus protes sejak 11 Juni, ketika seorang mahasiswa 17 tahun tewas akibat tembakan gas air mata polisi.
Kepolisian India dan pasukan paramiliter, yang telah berjuang untuk mengendalikan gelombang protes di lembah Kashmir yang mayoritas Muslim, telah dituduh menewaskan 15 warga sipil dalam tempo kurang dari sebulan.
Tiap kematian telah memicu putaran baru aksi kekerasan meskipun imbauan-imbauan agar tetap tenang telah diserukan dari Kepala Menteri negara bagian, Omar Abdullah.
Pemberontakan terhadap kekuasaan New Delhi atas Kashmir diklaim telah menewaskan puluhan ribu orang, meskipun pemberontakan terkini adalah yang paling rusuh selama dua tahun.
India dan Pakistan yang keduanya memiliki senjata nuklir menguasai bagian Kashmir, namun mereka mengklaim menguasai sepenuhnya.
Mereka telah bertempur dalam dua atau tiga kali perang di kawasan itu sejak anak benua tersebut pecah pada 1947.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang