Kecelakaan trike

Nasib Awak Pesawat Trike Belum Pasti

Kompas.com - 07/07/2010, 22:00 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0611/ Garut, Letkol Inf Herman Jatmiko menyatakan, pihaknya hingga Rabu (7/7/2010), belum mendapat kabar mengenai temuan bangkai pesawat maupun dua awaknya yang hilang.

Herman mengungkapkan tim pencari yang terdiri dari aparat Kodim 0611, Polres Garut, Brimob Polda Jabar, Basarnas dan warga sekitar hingga Rabu (7/7/2010) sore belum memperoleh hasil dalam pencarian di hari ketiga ini. "Dari tim yang kami terjunkan, belum ada laporan ditemukannya pesawat tersebut maupun awaknya," katanya.

Diakui Herman, pihaknya sempat memperoleh kabar jika salah satu tim dari Brimob Polda Jabar telah menemukan serpihan pesawat di sekitar Cileuleuy. Namun, kata Herman, setelah dicek ke lokasi, ternyata bukan badan pesawat.

"Tadi kita langsung turunkan tim ke lokasi yang disebut-sebut ditemukan serpihan pesawat. Namun setelah kita cek, itu hanya serpihan balon udara. Bukan dari badan pesawat," tegasnya.

Ia juga belum dapat memastikan nasib para awak pesawat apakah mereka masih hidup dan selamat atau sudah tewas. "Kami belum dapat memastikan apakah mereka masih hidup atau tidak. Kita akan lanjutkan pencarian besok," ungkap Herman. (Tribun Jabar/Zezen Zaenal M)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau