Harga Cabai Naik 100 Persen Lebih

Kompas.com - 07/07/2010, 22:55 WIB

DUMAI, KOMPAS.com — Harga cabai di Kota Dumai, Riau, naik dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 65.000/kg.

Berdasarkan data yang dihimpun, Rabu (7/7/2010), pembengkakan harga itu jarang terjadi pada sejumlah pasar tradisional di Kota Dumai.

Tak pelak, harga cabai menyebabkan warga kota itu, terutama kaum ibu rumah tangga, mengeluh karena tidak sebanding dengan daya belinya.

"Harga cabai merah yang saya beli tadi pagi Rp 60.000/kg. Harga ini pun naik-turun, sebentar harga Rp 60.000/kg, tidak lama kemudian harganya sudah Rp 65.000/kg," kata Buriah (40), warga Jalan Ombak yang juga seorang pemilik Rumah Makan Ampera.

Padahal, dia kemarin membeli komoditas itu Rp 30.000/kg. "Pokoknya harga cabai merah sekarang ini kayak mau beli emas, harganya naik-turun," ujarnya.

Menurut Buriah, kenaikan harga cabai merah yang kebanyakan masuk dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara itu memberatkan kaum ibu rumah tangga karena hampir setiap hari bergulat dengan urusan dapur dan masak-memasak yang tidak lepas dari komoditas tersebut.

Buriah yang sering berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Payung Sukajadi ini mengaku memerhatikan fenomena kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok yang setiap tahun, apalagi menjelang bulan puasa yang selalu mengalami kenaikan.

Namun, kata dia, sekarang ini lebih terasa mencekik mengingat pada waktu yang hampir bersamaan harga kebutuhan keluarga lainnya pun meningkat.

Ibu tiga anak ini mengeluhkan kenaikan harga yang bersamaan dengan tahun ajaran baru 2010/2011. "Bagi kami yang punya uang hanya pas-pasan, kondisi seperti ini sangat terasa. Terkadang kami pinjam uang sana-sini untuk keperluan anak sekolah," tuturnya.

Sementara Purwan (50), warga Jalan Cempedak, Kecamatan Dumai Timur, mengatakan, saat ini tidak hanya harga cabai melambung, minyak tanah pun langka dan mahal di pasaran.

"Di tingkat pengecer harga minyak tanah bisa mencapai Rp 8.000/liter. Sudah mahal, langka pula. Jika pakai gas, saya takut meledak seperti kejadian-kejadian yang tampak di televisi," kata wiraswasta ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau