Shunji Matsuo Kembangkan Sayap ke Indonesia

Kompas.com - 08/07/2010, 00:45 WIB

KOMPAS.com - Potongan rambut gaya Jepang memiliki ciri khas yang berbeda dari potongan rambut biasa. Umumnya, potongan rambut gaya Jepang memiliki ciri yang meruncing di bagian ujung-ujung, atau tipe bergelombang yang berkesan imut. Jika selama ini Anda hanya bisa mengikuti perkembangan gaya potongan rambut ala Jepang lewat film-film Jepang, atau majalah-majalah, Anda kini bisa langsung bertemu dengan para penata rambut yang datang langsung dari Jepang.

Nama Shunji Matsuo sudah bukan nama asing di dunia penataan rambut. Sejak 40 tahun lalu memulai kiprahnya di dunia tata rias rambut, Shunji Matsuo terus berkembang dan melebarkan sayapnya. Tak hanya ternama di negaranya, Shunji yang sempat 22 tahun melanglang buana di Amerika Serikat, tepatnya di New York kini bahkan hanya 2 kali dalam setahun saja ke Jepang, sisanya, ia sibuk melakukan demonstrasi penataan rambut di berbagai negara.

Malam ini, Rabu (7/7/2010), Shunji resmi pembukaan gerai pertamanya di Jakarta dalam sebuah gathering yang dilangsungkan di Epicentrum. Gerai pertamanya, Shunji Matsuo Hairstudio by Hisato mengambil lokasi di Dharmawangsa Square lantai 2. Di Indonesia, anak buah kepercayaannya, Hisato yang menjabat sebagai International Director yang akan memimpin perkembangannya.

Adalah Rufi I. Susanto, seorang pengusaha sekaligus pemilik dan penggagas dari brand asal Jepang ini membuka gerainya di Jakarta. "Saya rasa sudah saatnya Indonesia memiliki sebuah salon yang berkualitas. Sangat sulit untuk bisa mendapatkan hairstyle yang kita inginkan di Indonesia. Saya rasa butuh komunikasi antara hairstylist dan pelanggannya untuk bisa memberikan gaya yang tepat. Stylist di sini akan diajarkan bahasa Indonesia, selain itu, di sini juga akan ada penerjemah. Kami ingin para customer mendapatkan style yang mereka inginkan. Style Jepang itu mudah ditata. Itu salah satu keunggulan yang saya bawa ke Indonesia," jelas Rufi yang berambisi untuk membuka 200 gerai dalam waktu ke depan.

Apa yang membedakan Shunji Matsuo dari salon lain? "Setiap produk yang kami bawa benar-benar dari Jepang. Mulai dari spray, coloring, bahkan perming. Para orang Jepang percaya bahwa produknya tak perlu merusak batang rambut. Misal, pewarnaan, tidak harus merusak rambut terlalu banyak," jelas Rufi. Sepakat dengan Rufi, Hisato juga berkata, "Kami punya stylist dari Jepang, teknologi dari Jepang, bahkan bangkunya pun dari Jepang." Konon, hairstudio di Singapura didesain internasional dengan banyak stylist dari negara-negara lain, tak hanya dari Jepang.

"Di salon kami, we want you to be you. Kami ingin menciptakan style untuk Anda. Bukan membuat Anda menjadi seseorang yang lain. Saya pikir, wanita Indonesia akan sangat cocok dengan potongan rambut dari Jepang, karena potongan dan style-nya sangat mudah, simpel, dan tidak berlebihan. Setiap stylist pasti akan melihat bahwa rambut-rambut orang Indonesia akan menjadi tantangan tersendiri, mengingat sangat beragamnya tipe rambut kita, dari wavy sampai curly," tutur Rufi.

Dikabarkan, bahwa untuk mendapatkan penataan potongan rambut Anda harus merogoh kocek sekitar Rp 500.000 untuk top stylist, atau Rp 400.000 untuk stylist. Namun, Rufi sempat mengatakan, bahwa pihaknya akan membuka brand keduanya dengan harga yang di bawah flagship tersebut dalam 6 bulan ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau