Piala dunia

Gurita Paul Lunturkan Kekuatan Sweter

Kompas.com - 08/07/2010, 04:24 WIB

DURBAN, KOMPAS.com — Spanyol berhasil menekuk Jerman pada semifinal Piala Dunia 2010. Ramalan gurita bernama Paul akhirnya melunturkan kekuatan sweter biru milik Pelatih Jerman, Joachim Loew.

Sebelum laga tersebut berlangsung, Paul dan sweter milik Loew menjadi dua hal unik yang menjadi sorotan media massa. Dua-duanya diyakini bisa mendatangkan keberuntungan bagi masing-masing tim.

Paul, gurita yang menjadi penghuni Sea Life di Jerman, bikin geger karena ia memilih Spanyol sebagai pemenang semifinal antara Jerman dan Spanyol. Padahal, gurita berumur dua tahun ini selalu menjagokan "Panser". Ketika Jerman melawan Inggris dan Argentina, misalnya, binatang berkaki delapan itu selalu memilih makanan dari wadah berbendera Jerman, yang menunjukkan pemenang pada laga-laga tersebut.

Sementara itu, skuad Jerman berharap akan tuah sweter biru milik sang pelatih. Para pembantu Loew meminta sang pelatih agar tidak mencuci baju hangat lengan panjang itu karena hal itu diyakini dapat membawa keberuntungan bagi "Die Mannschaft". Selama tiga kali Loew mengenakannya, "Der Panzer" mengalahkan Australia 4-0, Inggris 4-1, dan Argentina 4-0.

Kekuatan "magis" sweter itu akhirnya luntur oleh "ramalan" Paul. Jerman gagal memperlihatkan serangan balik cepat dan permainan eksplosif. Jerman justru tak mampu keluar dari tekanan. Gawang Jerman koyak oleh sundulan Carles Puyol pada menit ke-73. Tandukan itu pula yang mengantarkan "Matador" ke final.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau