Pemain bintang

Kuyt, Si Pekerja Keras dari Kampung Nelayan

Kompas.com - 08/07/2010, 05:41 WIB

Sebagai gelandang serang, Dirk Kuyt hanya mencetak satu gol selama Piala Dunia Afrika Selatan 2010 ini. Jauh dibanding perolehan sejawatnya di tim ”Oranye” Belanda, Wesley Sneijder yang telah mencetak lima gol.

Namun, itu tak berarti peran pemain kelahiran 22 Juli 1980 itu kecil bagi Belanda di Afsel 2010 ini. Pemain sayap Liverpool ini sangat efektif mendobrak pertahanan dan memecah konsentrasi lawan sehingga memberi ruang bagi Sneijder untuk mencetak gol.

Meskipun sebenarnya dia diplot di sayap kiri, tak jarang Kuyt bergerak ke tengah, bahkan kanan. Tak segan pula dia turun membantu pertahanan mengejar bola dan melakukan sliding kepada pemain lawan yang membawa bola. Dialah pemain Belanda yang paling banyak bergerak.

Peran ini dia buktikan saat Belanda mengempaskan Uruguay 3-2 di semifinal, Rabu (7/7). Tak ada gol yang dicipta Kuyt dalam laga itu. Namun, satu assist dan kerja kerasnya sepanjang pertandingan membuat dia menjadi pemain yang menonjol malam itu di antara empat pemain bertipe serang Belanda yang diturunkan bersama oleh Pelatih Bert van Marwijk malam itu.

Peran paling menonjol Kuyt setelah memberi assist kepada Arjen Robben untuk terciptanya gol ketiga Belanda adalah keberhasilannya mengeblok tendangan pemain Uruguay ke gawang Belanda tiga menit sebelum laga usai. Dua peran itu membuat Belanda aman melenggang ke final Minggu (11/7) melawan pemenang laga Jerman vs Spanyol.

Anak nelayan

Kerja keras, itulah sifat yang dapat menggambarkan permainan Kuyt di lapangan. Karakter kerja keras itu didapatkannya sejak kecil hingga tumbuh remaja di kota kelahirannya, Katwijk aan Zee, yang merupakan kampung nelayan. Kuyt sendiri juga berasal dari keluarga nelayan yang dikenal pekerja keras.

Kuyt memulai karier profesionalnya di FC Utrecht tahun 1998. Di usia 18 tahun, dia langsung menjadi pemain utama klub itu. Pada tahun kelimanya di klub itu, Kuyt sukses meraih sepatu emas dan membawa klubnya juara Piala Belanda.

Tahun 2003-2006, dia memperkuat Feyenoord. Selama dua tahun berturut-turut, Kuyt menjadi pencetak gol terbanyak dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Belanda 2006. Selama bermain di Liga Belanda, Kuyt lebih sering menjadi seorang striker.

Kuyt kemudian dibeli Liverpool senilai 10 juta poundsterling tahun 2006. Berbeda dengan saat di Feyenoord, di ”The Reds” Kuyt diposisikan sebagai pemain sayap. Namun, dia tak pernah mengeluhkan itu. Dia tetap bermain dengan penuh semangat. Tak heran, di Liverpool maupun di timnas Belanda dia selalu dijadikan pilihan utama oleh pelatihnya. (M Burhanudin)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau