Sebagai gelandang serang, Dirk Kuyt hanya mencetak satu gol selama Piala Dunia Afrika Selatan 2010 ini. Jauh dibanding perolehan sejawatnya di tim ”Oranye” Belanda, Wesley Sneijder yang telah mencetak lima gol.
Namun, itu tak berarti peran pemain kelahiran 22 Juli 1980 itu kecil bagi Belanda di Afsel 2010 ini. Pemain sayap Liverpool ini sangat efektif mendobrak pertahanan dan memecah konsentrasi lawan sehingga memberi ruang bagi Sneijder untuk mencetak gol.
Meskipun sebenarnya dia diplot di sayap kiri, tak jarang Kuyt bergerak ke tengah, bahkan kanan. Tak segan pula dia turun membantu pertahanan mengejar bola dan melakukan
Peran ini dia buktikan saat Belanda mengempaskan Uruguay 3-2 di semifinal, Rabu (7/7). Tak ada gol yang dicipta Kuyt dalam laga itu. Namun, satu
Peran paling menonjol Kuyt setelah memberi
Kerja keras, itulah sifat yang dapat menggambarkan permainan Kuyt di lapangan. Karakter kerja keras itu didapatkannya sejak kecil hingga tumbuh remaja di kota kelahirannya, Katwijk aan Zee, yang merupakan kampung nelayan. Kuyt sendiri juga berasal dari keluarga nelayan yang dikenal pekerja keras.
Kuyt memulai karier profesionalnya di FC Utrecht tahun 1998. Di usia 18 tahun, dia langsung menjadi pemain utama klub itu. Pada tahun kelimanya di klub itu, Kuyt sukses meraih sepatu emas dan membawa klubnya juara Piala Belanda.
Tahun 2003-2006, dia memperkuat Feyenoord. Selama dua tahun berturut-turut, Kuyt menjadi pencetak gol terbanyak dan dinobatkan sebagai pemain terbaik Belanda 2006. Selama bermain di Liga Belanda, Kuyt lebih sering menjadi seorang striker.
Kuyt kemudian dibeli Liverpool senilai 10 juta poundsterling tahun 2006. Berbeda dengan saat di Feyenoord, di ”The Reds” Kuyt diposisikan sebagai pemain sayap. Namun, dia tak pernah mengeluhkan itu. Dia tetap bermain dengan penuh semangat. Tak heran, di Liverpool maupun di timnas Belanda dia selalu dijadikan pilihan utama oleh pelatihnya.