Laura Basuki Mati-matian Menari Zapin

Kompas.com - 08/07/2010, 07:19 WIB

CIREBON, KOMPAS.com -- Pemain film Laura Basuki (22) harus mati-matian belajar tari zapin untuk mendukung perannya sebagai Delia dalam film terbarunya, 3 Hati, Dua Dunia, Satu Cinta. Padahal, Laura belum pernah sama sekali menyaksikan pertunjukan tarian melayu yang kental pengaruh budaya Arab itu.

Mendengar kabar bahwa dia harus menari zapin, dia pun buru-buru mencari tahu seperti apa gerakan zapin. ”Saya langsung cari di Youtube dan ternyata setelah dilihat, kok, sepertinya susah,” ujar Laura saat peluncuran film keduanya di Grage Mall, Cirebon, akhir pekan lalu.

Kesulitan itu terbukti, apalagi Laura dan Reza Rahadian, yang berperan sebagai Rosid dalam film itu, hanya diberi kesempatan tiga kali latihan sebelum pengambilan gambar.

”Mati-matian saya belajar tarian zapin karena susah banget. Sebab, saat pengambilan gambar, menarinya tidak diedit. Saya harus menari terus dan tidak boleh salah,” ujar aktris peraih penghargaan Pendatang Baru Wanita Terbaik dalam Indonesia Movie Awards 2009 di film Gara-gara Bola.

Hasilnya, memang tidak mengecewakan. Pada adegan terakhir film garapan sutradara Benni Setiawan itu Laura mampu tampil luwes sekaligus menyentuh ketika menarikan zapin bersama Reza sebagai ungkapan perpisahan. (THT)

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau