JAKARTA, KOMPAS.com — Aktivis Indonesia Corruption Watch, Tama Satya Lankun, yang dianiaya orang tak dikenal sebelumnya sudah dikuntit dan diteror.
”Tama diduga sudah diikuti pelaku sejak beberapa hari lalu. Salah satu pelaku mengaku sebagai wartawan, tapi kami tidak percaya karena gerak-geriknya mencurigakan,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Pemantau Peradilan ICW, Febri Diansyah, Kamis (8/7/2010).
Tama juga sempat menuturkan penguntitan ini kepada wartawan. Beberapa hari lalu, pada malam hari, Tama pulang bersama rekan ICW lainnya, Febri Hendri. ”Nah kami diikutin tuh, yang satu pakai motor Satria dan satu lagi pakai motor Thunder. Nah, di depan Kalibata Mall, saya pisah dengan Febri. Dia lurus, saya muter balik. Nah pas muter balik itu saya dengar dari belakang ada yang teriak ’ikutin yang motor hitam’,” kata Tama.
Tama pun berpikir ada yang tidak beres. ”Malam itu dia balik kantor dan nginap,” kata dia.
Setelah peristiwa penguntitan itu, subuh tadi Tama dianiaya orang tak dikenal. Ia mengalami luka parah di kepala dan kini dirawat di RS Asri, Duren Tiga, Jaksel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang