Transportasi busway

Dishub Minta Standardisasi Harga BBG

Kompas.com - 08/07/2010, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakmaksimalan pelayanan bus transjakarta diduga akibat tidak meratanya harga bahan bakar gas (BBG) yang menjadi bahan bakar bus transjakarta. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta harga BBG untuk disamaratakan atau ditetapkan standarisasi.

"Saat ini ada kendala BBG karena harga BBG yang beredar itu berbeda-beda. Sementara kami tidak berani beli harga yang lebih mahal, karena tidak ada landasan hukumnya. Nanti pasti akan ditanyakan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Darat DKI, Endar Sunugroho, Kamis (7/7/2010), di Jakarta.

Harga BBG bus transjakarta yang disepakati dengan operator, yakni Rp 2.562 per lsp. Namun, di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBBG), harga BBG mencapai Rp 3.600 per lsp.

Menurut Endar, sopir pun jadi tidak berani membeli harga BBG yang lebih mahal, sehingga terpaksa harus mengantri di empat SPBBG yang ada di Jakarta. Keempat SPBBG tersebut berada di pool Perintis Kemerdekaan, Rawa Bunga, Jalan Pemuda, dan Jalan Daan Mogot.

"Dengan begitu antrian pun terjadi. Headway antar kendaraan juga semakin lama dan antrian penumpang juga makin padat," ujar Endar kepada para wartawan.

Masalah BBG itu juga berujung pada sering rusaknya mesin bus transjakarta karena yang tadi seharusnya sehari dua kali menjadi sehari sekali karena padatnya antrian BBG.

"Boleh saja berbeda-beda asalkan ada dasar hukumnya," ujar Endar.

Gubernur DKI Jakarta hingga kini masih memperjuangkan standardisasi harga BBG dengan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pehubungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau