Anggaran

Menkeu: Dana "Nganggur" APBN Rp 150 T

Kompas.com - 08/07/2010, 16:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat dana siap pakai sebesar sekitar Rp 150 triliun.

"Secara umum, kondisi daripada keuangan kita baik, karena kita itu sekarang ini kurang lebih ada Rp 150 triliun dana yang belum di-absorb di APBN," kata Agus usai berbicara dalam seminar reformasi keuangan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dengan masih adanya dana siap pakai itu maka kebutuhan untuk menerbitkan obligasi valuta asing termasuk Samurai Bond, belum begitu mendesak. "Belum ya, kita memang ada anggaran untuk mengeluarkan surat berharga negara, dan itu bisa kita pilih orientasinya apakah ke domestik ataukah internasional, apakah kita akan menerbitkan sukuk atau samurai bond, itu sedang kita pelajari," katanya.

Mengenai dana untuk tambahan subsidi, Menkeu mengatakan, sudah ada alokasi di APBNP 2010. Saat penyusunan APBNP 2010, asumsi harga minyak sudah disesuaikan dari 65 dollar AS per barrel menjadi 80 dollar AS per barrel. "Jadi sebetulnya kalau sekarang realisasi harga minyak itu masih di kisaran 70 hingga 75 dollar AS, kita ada kelebihan dari apa yang dianggarkan," katanya.

Ia mengakui, jika ada peningkatan konsumsi memang harus diwaspadai, tapi secara umum pemerintah masih mempunyai cadangan.

Menkeu menyebutkan, dana sebesar sekitar Rp 150 triliun merupakan posisi kas anggaran pemerintah per 7 Juli 2010. "Walaupun kita mempersiapkan diri untuk defisisit 2,1 persen pada 2010, tapi sekarang ini kita masih dalam keadaan surplus realisasinya," kata Menkeu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau