Wartawan Ancam Boikot Chris John

Kompas.com - 08/07/2010, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua kali acara jumpa pers dibatalkan, sejumlah wartawan olahraga mengancam akan memboikot dan tidak akan hadir di acara jumpa pers menjelang pertandingan Chris John melawan Fernando Saucedo yang rencananya berlangsung 26 Juli 2010.

Demikian diungkapkan Yongki, pihak yang diminta menghubungkan media dengan manajemen Chris John. Melalui milis wartawan KONI, Yongki memaparkan, sebelumnya dirinya memang diminta untuk menjembatani acara temu pers ini.

Namun sangat disayangkan, acara tersebut tertunda sampai dua kali tanpa alasan yang jelas. Jumpa pers pertama dijadwalkan akan dilakukan pada Rabu (7/7/2010) bertempat di Gedung Menpora, Jakarta. Namun, dibatalkan karena Menpora Andi Mallarangeng harus memenuhi undangan dari Istana.

Acara lantas diundur satu hari kemudian, yakni Kamis (8/7/2010). Akan tetapi, lagi-lagi pihak Chris John membatalkan acara secara sepihak dan mendadak. Beberapa wartawan yang sudah hadir pun terpaksa menelan kekecewaan karena jumpa pers batal dilakukan.

Padahal, menurut pengakuan Yongki, jumpa pers tersebut tidak benar-benar dibatalkan. Artinya, tetap dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Juli 2010. "Padahal, saya diinformasikan sebelumnya, acara tersebut batal."

"Pihak manajemen Chris John terkesan telah mempermainkan kami dengan membatalkan acara secara sepihak hingga dua kali tanpa ada alasan yang jelas," kata Yongki seperti dilansir milis wartawan KONI.

Menyikapi kejadian ini, para wartawan pun mengancam tidak menghadiri acara temu pers yang diprakarsai oleh manajemen Chris John sebagai bentuk kekecewaan sampai ada keterangan resmi dari pihak manajemen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau