MADRID, KOMPAS.com — Tandukan maut Carles Puyol di semifinal melawan Jerman mengundang decak kagum seluruh rakyat "Negeri Matador". Mereka pun bertanya-tanya apakah itu benar-benar Puyol, Superman, atau malah Michael Jordan?
Tepat di menit ke-73, "Tim Matador" mendapatkan sebuah tendangan penjuru. Xavi Hernandez yang bertugas sebagai eksekutor mengirim bola tepat ke tengah-tengah gawang Jerman.
Secara tiba-tiba, entah datang dari mana, Puyol berlari dengan cepat dan meloncat seakan-akan ia terbang layaknya Superman. Loncatan kapten Barcelona mirip dengan loncatan legendaris Michael Jordan karena mampu mengalahkan tingginya bek-bek Jerman. Dan, dengan kepala mautnya, Puyol menanduk bola dengan keras ke gawang Manuel Neuer.
Seantero media Spanyol pun memuji sang pahlawan. "Apakah itu Michael Jordan yang meloncat di kotak penalti, ataukah itu Superman? Tidak, itu adalah Puyol dengan jubah terbangnya!" tulis harian Spanyol El Mundo.
Rekan Puyol, Joan Capdevila, bahkan berjanji mau menggunduli "kepala emas" Puyol, jika Spanyol benar-benar keluar sebagai juara dunia. "Sudah waktunya seorang bek mencetak gol. Jika kami memenangi Piala Dunia, aku akan coba meyakinkannya untuk mencukur rambutnya," kata Capdevila.
Puyol selama ini dikenal tangguh dalam duel udara. Meski tak berpostur tinggi untuk ukuran bek-bek Eropa, Puyol mampu meloncat dengan tinggi untuk memenangi duel udara dengan lawan-lawannya. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang