Pendaftaran sma

Pendaftaran Ulang Sisakan Rasa Kecewa

Kompas.com - 09/07/2010, 10:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru atau PPDB tahap I berakhir pada Kamis (8/7/2010) sore. Selanjutnya, siswa yang diterima wajib melaporkan diri pada Jumat dan Senin, 9 dan 12 Juli, di masing-masing sekolah tempat siswa diterima.

Namun, pendaftaran ulang SMA/SMK itu membuat sejumlah orangtua siswa kecewa karena anaknya gagal mendapatkan tempat di sekolah pilihan. Nindi, orangtua siswa yang tinggal di Ciledug, misalnya, terpaksa mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta karena pengulangan pendaftaran sekolah negeri ini membuat anaknya tidak diterima di sekolah-sekolah pilihan.

”Waktu pendaftaran awal, anak saya masih bisa diterima. Sekarang banyak calon murid yang mengubah pilihan sekolah sehingga jumlah calon murid yang mendaftar ke sekolah pilihan anak saya ini menjadi bertambah. Akhirnya, anak saya tidak diterima,” ucap Nindi.

Pengulangan pendaftaran ini menurut Nindi menguntungkan calon murid yang sebelumnya tidak diterima di sekolah pilihan sebelumnya. Mereka yang merasa tidak masuk ke sekolah pilihan semula lantas mengubah pilihan ke sekolah lain. Nindi tidak berminat berspekulasi mengikuti pendaftaran siswa tahap II pada 13-14 Juli.

”Lebih baik saya mendaftarkan anak ke sekolah swasta saja,” ucap Nindi.

Mohammad (45), salah seorang orangtua murid di SMAN 116, Palmerah, Jakarta Barat, senang anaknya mendapat nomor urut 116 di SMAN tersebut. Daya tampung SMAN 116 adalah 238 siswa. Artinya, anak Mohammad diterima.

”Saya sudah melihat di internet, tetapi karena penasaran dan tidak ingin keliru, saya mengecek ulang melihat sendiri pengumuman di sekolah ini,” ujarnya.

Hal itu berbeda dengan yang dialami Lita (15). Dia kecewa karena namanya tidak tercantum sebagai calon siswa SMAN 116. Dia bergegas ke empat SMAN lain memeriksa namanya ada atau tidak.

”Masa sih dari lima sekolah tak satu pun mencantumkan nama saya,” katanya.

Belum menetapkan

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pada proses pendaftaran pekan lalu, mereka belum menetapkan siswa yang lolos seleksi karena ada kerusakan server. Oleh karena itu, tidak ada orangtua calon siswa yang dapat mengklaim anaknya sudah diterima pada proses seleksi sebelumnya.

”Diterima atau tidak diterima seorang calon siswa di suatu sekolah bergantung pada hasil nilai ujian nasional (UN) yang bersangkutan. Proses pendaftaran diulang untuk semua calon siswa agar semua orang mendapatkan kesempatan dan persaingan yang sama dari awal,” kata Taufik.

Rustini, Humas SMAN 28, mengatakan, hingga tahap pertama pendaftaran berakhir, ada 570 pendaftar. Nilai pendaftar tertinggi rata-rata 9,75, sementara yang terendah rata-rata 9,37. Di SMAN 70 Bulungan, nilai terendah rata-rata 9,12 dan nilai tertinggi rata-rata 9,80. (ART/ECA/NDY/WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau