Mau Lambung Sehat, Terapkan 3T!

Kompas.com - 09/07/2010, 10:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rasa nyeri yang menusuk perut kerap melanda para penderita sakit maag. Rasa sakit yang tak tertahankan seringkali menyerang lambung akibat ketidakteraturan pola makan.

Upaya mencegah dan memberi solusi terhadap penderita penyakit maag dapat dilakukan guna menjaga lambung tetap sehat seumur hidup. Salah satu upaya upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan kebiasaan 3T dalam mengonsumsi makanan.

"Upaya yang tepat ialah dengan melakukan Gerakan Lambung Sehat Indonesia melalui program 3T, yaitu Tepat waktu, Tepat nutrisi, dan Tepat solusi untuk lambung," ungkap Widjanarko Lokadjaja, direktur pemasaran Kalbe Farma OTC  pada acara Gerakan Lambung Sehat Indonesia di Jakarta, kemarin.

Tepat waktu adalah menepati jadwal makan secara teratur. Jangan memulai makan setelah anda benar-benar merasa lapar. Aturlah jadwal makan seperti membiasakan sarapan antara pukul 06.00 hingga 08.00 pagi. Jam makan siang dapat dimulai pada pukul 12.00 hingga 13.00, sementara makan malam diupayakan jangan di atas pukul 20.00.

Tepat nutrisi adalah tidak makan secara berlebihan atau kekurangan. Makan secara berlebihan dapat menyebabkan kegemukan, sementara bila kekurangan energi tubuh akan lemah dan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik.

Tepat solusi adalah tidak mengunyah makanan dengan terburu-buru karena akan membebani saluran cerna. Saat makan sebaiknya jangan diselingi dengan minum karena akan menimbulkan rasa kenyang yang bersifat semu. Setelah makan, dianjurkan tidak melakukan aktivitas berat, tidur, duduk karena akan menganggu proses pencernaan. Sebaiknya, tetaplah melakukan aktivitas ringan.

Dr. Sri Sukmaniah, SpGk, dari Departemen Gizi FKUI menambahkan, selain harus menepati jadwal makan, ada baiknya juga mengonsumsi makanan selingan yang sehat agar menjaga lambung tidak kosong terlalu lama.

 

"Selain makan makanan utama, baik juga untuk mengkonsumsi makanan selingan sehat seperti buah-buahan, agar-agar, kacang rebus, dan kacang panggang," kata Sri.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, pedoman gizi seimbang juga harus diperhatikan dalam menu makanan. "Komposisi zat gizi dalam makanan harus seimbang, karbohidrat sekitar 50-60%, kemudian protein 10-15%  dan lemak 20-30%." tambah Sri.

Gerakan Lambung Sehat Indonesia adalah program edukasi masyarakat mengenai cara mudah menjaga kesehatan lambung sehingga mampu memelihara fungsi kerja organ lambung seumur hidup. Gerakan Lambung Sehat akan dilaksanakan di 40 kota Indonesia sampai akhir 2010 dimulai di kota pertama, yaitu Jakarta tanggal 18 Juli 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau