Primadona Itu Bernama Lhoong

Kompas.com - 09/07/2010, 14:26 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Obyek wisata pemandian air terjun di Kampung Suhom, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, menjadi primadona lokasi rekreasi bagi keluarga selama masa liburan sekolah tahun ajaran 2010.      "Pengunjung tidak hanya padat pada hari Sabtu dan Minggu, tapi juga hari-hari biasa, terutama pada musim liburan sekolah ramai dikunjungi warga," kata Zauraidah, salah seorang pedagang yang ditemui di kompleks pemandian air terjun Lhoong, Jumat (9/7/2010).      Lonjakan pengunjung terjadi pada musim liburan sekolah yang akan berakhir pekan ini. Setiap hari rata-rata didatangi sekitar 500 orang pada hari biasa, sedangkan Sabtu dan Minggu bisa mencapai 1.500 jiwa.      Obyek wisata pemandian air terjun Lhoong atau berjarak sekitar 55 kilometer arah barat Kota Banda Aceh itu mulai populer dikunjungi wisatawan lokal pascatsunami 26 Desember 2004.      Di lokasi ini juga disediakan parkir kendaraan bermotor aman bagi kendaraan roda empat dan dikenakan biaya Rp 10.000/unit termasuk tiket masuk sebesar Rp 2.000/orang.      "Para orang tua ikut membawa keluarga untuk menikmati pemandian kolam di kompleks air terjun Lhoong. Mereka ada yang membawa nasi dan makanan ringan lainnya dari rumah yang kemudian disantap bersama-sama di lokasi tersebut," katanya.      Menurut dia, pengunjung lokasi ini tidak hanya warga dari Aceh Besar, tetapi juga beberapa daerah lainnya di Provinsi Aceh, seperti Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, dan Kota Banda Aceh.      Nurhayati menyebutkan, hampir setiap akhir pekan membawa keluarga ke lokasi pemandian air terjun Lhoong. Obyek wisata ini cocok untuk keluarga, apalagi hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari jalan utama Banda Aceh-Calang (Aceh Jaya).      "Saya lebih aman membawa anak-anak ke sini karena juga tidak ada orang pacaran seperti di tempat lain yang terkadang tidak baik jika itu menjadi pemandangan bagi anak-anak," kata warga asal Kota Jantho Aceh Besar itu.      Suasana alam yang masih terlihat hutan "perawan" sekitar obyek wisata air terjun menjadi salah satu yang menarik untuk dikembangkan dengan kelengkapan infrastruktur penunjang. Misalnya, disediakan pondok sebagai tempat istirahat, ujar dia.      Menurut dia, selain air terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter, wisatawan juga bisa menikmati suasana alam yang indah dan berbelanja buah durian serta rambutan sekitar lokasi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau