Pemkot Sulit Tindak Tabung Ilegal

Kompas.com - 09/07/2010, 20:29 WIB

LUBUKLINGGAU, KOMPAS.com - Pemkot Lubuklinggau, Sumatra Selatan, belum mendapat petunjuk untuk menindak peredaran tabung gas elpiji palsu ukuran tiga kilogram berikut aksesorisnya yang tidak berlogo Standar Nasional Indonesia.

"Belum ada petunjuk untuk menindak pedagang atau distributor yang memasarkan tabung gas ukuran tiga kilogram berikut aksesorisnya yang tidak berstandar SNI," kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Lubuklinggau M Hidayat Zaini, Jumat (9/7/2010).

Berdasarkan pemantauan pihaknya di daerah itu masih banyak selang, regulator maupun tabung elpiji tiga kilogram yang tidak memiliki logo Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun sejauh ini mereka tidak dapat berbuat apa-apa, karena belum ada payung hukumnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau kalangan masyarakat daerah ini agar tidak membeli tabung gas ukuran tiga kilogram berikut aksesorisnya yang tidak memiliki logo SNI, sehingga tidak membahayakan dalam pengunaannya.

Sebelumnya pihak Pemkot Lubuklinggau disamping mengadakan inspeksi mendadak ke pasar juga meninjau lokasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Pihaknya meminta agar tabung gas yang tidak memiliki logo SNI agar tidak diisi dan segera disingkirkan untuk dimusnahkan.

Sementara itu Ketua cabang Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas Hasran Akwa menambahkan adanya pembagian selang dan regulator yang tidak sesuai dengan SNI saat ini memberatkan masyarakat.

Sebab untuk mendapatkan selang dan regulator tersebut warga harus menukarnya dengan membayar senilai Rp 45.000.

"Seharusnya ini gratis karena itu program pemerintah atau pembiayaanya ditanggung oleh PT Pertamina selaku pelaksana program konversi migas," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau