Piala dunia 2010

Paul Lebih Suka Kotak Kanan

Kompas.com - 10/07/2010, 07:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Gurita Paul mendadak menjadi tenar pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan berkat ramalan jitunya mengenai hasil pertandingan tim Jerman.

Hingga kini belum ada penjelasan ilmiah di balik kehebatan sang gurita berumur dua tahun tersebut. Memang, sempat ada sebuah spekulasi yang mengatakan, makanan di kedua kotak itu tidaklah sama. Hanya salah satu kotak yang diisi makanan kegemaran Paul.

Hal itu langsung dibantah oleh pengelola akuarium Sea Life Park, Oberhausen, tempat Paul tinggal. Sang pengelola boleh saja benar. Namun, ada hal yang menarik untuk dikupas di balik ramalan Paul tersebut.

Paul meramal dengan memilih satu dari dua kotak berisi makanan, yang masing-masing wadah dipasangi bendera sesuai negara yang akan bertanding. Jika diperhatikan, bintang berkaki delapan tersebut kebanyakan memilih makanan di kotak sebelah kanan.

Pada Piala Dunia ini, Jerman melakoni tujuh pertandingan. Semua sudah terlaksana kecuali laga perebutan tempat ketiga melawan Uruguay, Sabtu (10/7/2010). Paul meramal semuanya, dan sejauh ini semua ramalannya, kecuali laga Jerman-Uruguay, terbukti benar.

Mengacu gambar foto, dalam empat kali meramal, Paul selalu memilih makanan dari kotak sebelah kanan, yaitu ketika meramal hasil laga Jerman-Serbia, Argentina-Jerman, Jerman-Spanyol, dan Ghana-Jerman. Namun, ketika duel Jerman versus Inggris, Paul memilih kotak kiri dan benar.

Selain itu, secara khusus, Paul juga meramal hasil pertandingan final antara Spanyol dan Belanda. Saat meramal, ia memilih makanan kotak kanan dengan tempelan bendera Spanyol. Untuk tahu kepastian hasil pertandingan tersebut, kita masih harus menunggu laga yang akan digelar pada Minggu (11/7/2010).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau