Jelang uruguay vs jerman

Uruguay-Jerman Ingin Akhir yang Manis

Kompas.com - 10/07/2010, 12:25 WIB

PORT ELIZABETH, KOMPAS.com Perebutan tempat ketiga Piala Dunia kerap kali hanya dipandang sebelah mata. Laga ini selalu dinilai kurang bergengsi. Meski begitu, Jerman dan Uruguay yang akan berlaga tetap akan bermain habis-habisan. Kedua tim ingin mengakhiri perjalanan mereka di Afrika Selatan dengan manis.

Uruguay gagal ke final setelah disikat Belanda, sementara Jerman dihajar Spanyol. Keduanya kini akan berhadapan di Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth, Minggu (11/7/2010) dini hari WIB.

"Sudah jelas bahwa kami harus melupakan kekecewaan kami. Kami harus mengangkat pemain kami dan bersiap melawan Uruguay. Kami ingin mengakhiri turnamen dengan manis. Meski kami kalah pada semifinal, kami telah melewati turnamen ini dengan baik. Saya sangat bangga dengan tim saya," kata pelatih Jerman, Joachim Loew.

Sementara itu, Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, mengatakan, "Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami akan datang dengan sikap dan komitmen penuh seperti yang kami tunjukkan saat melawan Belanda. Tak ada garansi kemenangan. Oleh karena itu, kami akan mempersiapkan segalanya agar bisa finis pada peringkat tiga Piala Dunia. Saya tahu Jerman takkan mudah dilawan, jadi kami harus bertarung hingga napas terakhir karena kami ingin menang."

Khusus untuk Jerman, jika "Der Panzer" berhasil mengalahkan Uruguay, maka mereka akan menyamai prestasi mereka empat tahun lalu, yaitu finis pada peringkat ketiga. Ketika itu, Jerman menekuk Portugal 3-1. (FIFA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau