Capai 444 juta dollar as

Newmont Siap Jelaskan Harga Divestasi

Kompas.com - 11/07/2010, 10:22 WIB

KUTA, KOMPAS.com - PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) siap menjelaskan kepada pemerintah mengenai berbagai alasan yang mendasari penawaran harga tujuh persen saham divestasi 2010.

"Saat ini kami memang dalam tahap penjelasan mengenai faktor-faktor dan asumsi yang dipakai Newmont dalam perhitungan harga yang ditawarkan," kata juru bicara PTNNT, Rubi Purnomo dalam lokakarya tambang Batu Hijau di Kuta, Bali, Minggu (11/7/2010).  

Rubi menjelaskan bahwa proses valuasi (penilaian) harga saham divestasi 2010 masih berlangsung antara pemerintah dengan pihak Newmont. Diharapkan, proses valuasi itu bisa segera disepakati sehingga tahapan terakhir dari keseluruhan proses divestasi 31 persen saham PTNNT kepada pihak Indonesia selesai.

Sebelumnya, PTNNT telah menyampaikan penawaran tujuh persen saham divestasi 2010 senilai 444.079.808 dollar AS kepada pemerintah Indonesia. Nilai divestasi ini mengalami kenaikan hampir 80 persen dibandingkan nilai tujuh persen saham divestasi Newmont tahun 2009 sebesar 246,8 juta dollar AS.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat, Zulkifli Muhadli, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa harga tujuh persen saham divestasi Newmont 2010 sebesar 444 juta dolar terlalu mahal, meskipun area tambang Batu Hijau fase 6 dan 7 sudah dimasukkan dalam perhitungan aset PTNNT. Saat ini, lanjut Zukifli, pihaknya masih menunggu hasil valuasi harga yang dilakukan oleh tim dari pemerintah.       Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Mineral, Batu bara, dan Panas bumi Kementerian ESDM Bambang Setiawan mengungkapkan proses perundingan  secara formal untuk mengkaji harga saham  tambang Batu Hijau itu akan melibatkan Kementerian Keuangan, BKPM, Kementerian BUMN, dan pihak terkait lainnya.

Menurut Bambang Setiawan, pembentukan tim negosiator yang akan melibatkan pihak di lintas sektoral akan mengkaji ulang harga tujuh  persen saham divestasi 2010 yang ditawarkan oleh NNT, sebelum pemerintah memutuskan apakah akan membeli atau tidak.

Sebagaimana diketahui, keputusan arbitrase menyebutkan Newmont memiliki kewajiban untuk mendivestasikan 31 persen sahamnya kepada pihak Indonesia. Ada pun 31 persen saham tersebut terdiri atas tiga persen saham jatah divestasi 2006, kemudian tujuh persen saham masing-masing jatah divestasi tahun 2007,2008, 2009 dan 2010.

Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources, dan Pemda NTB melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) saat ini telah menguasai 24 persen saham divestasi Newmont di Batu Hijau, Sumbawa Barat, NTB.

Harga 10 persen saham Newmont pada 2006 dan 2007 mencapai 352 juta dollar AS. Harga tujuh persen saham periode 2008 dan 2009 masing-masing sebesar 246,8 juta dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau