Jelang belanda vs spanyol

Alonso: Drama di Afsel Melebihi Istanbul

Kompas.com - 11/07/2010, 16:07 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Gelar Liga Champions 2005 akan selalu dikenang oleh Xabi Alonso sebagai memori terindah dalam hidupnya. Drama di Istanbul itu akan tergantikan jika Alonso berhasil menjadi juara bersama Spanyol di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Lima tahun lalu, gelandang tersebut sukses membawa Liverpool ke final Eropa dan menantang AC Milan. Pertandingan itu berlangsung dahsyat dan disebut-sebut sebagai pertandingan terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Setelah sempat tertinggal 0-3 di babak pertama, kubu Merseyside secara luar biasa bangkit dan menyamakan kedudukan di paruh kedua. Pada akhirnya, Liverpool menang melalui adu penalti berkat kegemilangan Jerzy Dudek.

"Memenangkan Piala Dunia lebih hebat daripada memenangkan final Liga Champions, meski itu adalah final terbaik dalam sejarah Liga Champions. Aku tak pernah menyangka bahwa aku akan mendapat kesempatan lagi untuk melakukan sesuatu yang lebih spesial dari apa yang diraih Liverpool pada 2005," kata Alonso jelang final Piala Dunia 2010 lawan Belanda yang akan berlangsung pada Minggu (11/7/2010).

"Drama di Istanbul itu seperti mimpi yang tidak bisa dipercaya. Di luar lapangan, pendukung Liverpool menolak menyerah meski kami tertinggal tiga gol. Lalu ada golku (gol pertama) dan penyelamatan dari Jerzy Dudek di babak adu penalti. Jika Anda tak melihat dengan mata Anda sendiri, mungkin Anda takkan mempercayainya," sebut pemain yang kini membela Real Madrid tersebut.

"Namun, memenangkan Piala Dunia, hanya sedikit pemain yang mampu melakukannya. Beberapa pemain hebat bahkan tak pernah mendapat kesempatan emas seperti ini, " lanjut Alonso seperti dikutip The Sun.

Alonso sebenarnya melalui satu pertandingan penting lainnya, yakni ketika Spanyol memenangi final Piala Eropa 2008. Sayangnya, ketika itu Alonso hanya menjadi pemain cadangan dan baru masuk di menit-menit akhir babak kedua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau