JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Jika Nigel de Jong berada di garis gawang Belanda pada menit-menit akhir pertandingan, dan bola mengarah kepadanya, ia takkan segan-segan melakukan "penyelamatan" layaknya Luis Suarez.
Di perempat final Piala Dunia 2010, Suarez menjadi buah bibir dunia karena tindakan kontroversialnya. Ia sengaja menahan sundulan penyerang Ghana, Dominic Adiyiah, di menit ke-120 dengan tangannya. Tindakannya itu mencegah bobolnya gawang Uruguay. Pada akhirnya Uruguay justru menang dalam adu penalti. Suarez kemudian dipuja para pendukungnya, tapi sekaligus dicaci-maki pendukung Ghana.
De Jong rela melakukan pengorbanan yang sama jika memang itu yang dibutuhkan Belanda untuk menaklukkan Spanyol di final. "Jika aku tak bisa menyentuhnya dengan kepalaku, tentu aku akan meninjunya jauh dari garis gawang, sama seperti yang dilakukan Luis Suarez untuk Uruguay," kata De Jong seperti dikutip Mirror Football.
"Aku melihat apa yang Suarez lakukan dan bagiku ia terlihat ingin menyundul bola, namun ia sadar bahwa ia tak bisa menjangkaunya, jadi ia meninjunya. Dia mau melakukan apa pun untuk memastikan timnya menang dan aku mengerti akan hal itu," sebut De Jong.
"Jika itu terjadi di menit-menit pertama, mungkin aku takkan menggunakan tanganku karena masih banyak waktu untuk bangkit. Tapi, jika itu menit-menit akhir seperti Suarez, aku akan melakukan apa yang akan dilakukan semua pemain lain (meninju bola)," lanjut gelandang Manchester City tersebut.
Karena peraturan baru FIFA, De Jong yang seharusnya absen karena akumulasi kartu kuning diperbolehkan tampil di final. Ini adalah final ketiga Belanda di piala dunia, tapi tak sekali pun "De Oranje" menjadi juaranya. (MRR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang