Pembajakan

Awak Truk Dibuang, 3 Ton Gula Dirampok

Kompas.com - 12/07/2010, 06:01 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Truk bermuatan 3 ton gula cair dan 3,5 ton tepung terigu dibajak kawanan penjahat saat parkir di depan gudang PT Sungai Budi, Jl Raya Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kota Kediri, Sabtu (10/7/2010) malam.

Tidak hanya menguras muatan, para penjahat juga menyekap sopir truk, Harno Ambara, beserta kernetnya, Supardi (27), warga Sumbermanjing Wetan, Malang.

Selanjutnya, penjahat membuang kedua awak truk tersebut di jalan persawahan, Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Keduanya baru ditemukan warga pada Minggu (11/7/2010) pagi, dengan kondisi tangan, dan kakinya terikat, serta mulut dan matanya ditutup lakban. Akibat aksi pembajakan tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

Informasi di lapangan, kedua awak truk Fuso Nopol B 9577 XM mendapat tugas mengantar muatan ke gudang cabang PT Sungai Budi di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih. Barang tersebut diangkut dari gudang pusat PT Sungai Budi di Subang Jawa Barat.

“Saya berangkat dari Subang hari Kamis (8/7), dan sampai di Kediri Sabtu (10/7) dini hari,” kata Harno di Polsek Ngadiluwih.

Karena Sabtu dan Minggu gudang tutup, Harno beserta kernetnya terpaksa memarkir truknya di depan gudang. Rencananya, barang tersebut baru bisa dibongkar pada Senin (12/7).

Saat Harno dan Supardi beristirahat di dekat truk, mereka didatangi dua orang tidak dikenal. Satu berperawakan tinggi besar dan lainnya pendek, turun dari mobil Kijang warna silver.

“Mereka datang dan langsung menyapa saya, sepertinya sok akrab,” terangnya. Selanjutnya, kedua orang yang tidak dikenal tersebut mengajak Harno keluar jalan-jalan.

Karena merasa saling kenal, Harno pun tidak menaruh kecurigaan. “Ternyata di dalam mobil sudah ada empat orang lagi, saya langsung diseret masuk dan tangan sama kaki saya diikat,” ceritanya.

Setelah diajak putar-putar, pelaku mengajak Harno kembali ke tempat truknya. Mereka tidak menurunkan Harno, malah mengajak serta Supardi, kernet truk. Lalu mereka menutup mata dan mulut Harno dan Supardi.

“Saya sudah tidak tahu lagi, setahu saya pelaku ada enam orang, kalau kemudian salah satunya turun saya tidak tahu karena mata saya ditutup,” ujarnya.

Kepala Unit Polsek Ngadiluwih Aiptu Sarwo Edi mengatakan, kedua korban ditemukan warga di jalan persawahan. Selanjutnya, warga melaporkan kasus tersebut ke polsek. Polisi telah menemukan truk yang dibajak di jalan Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, dalam keadaan sudah kosong muatannya. Kini kasus ini masih diselidiki. (st34)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau