JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang berlangsung sejak 10 Juni-11 Juli 2010, sukses dari sisi hiburan maupun dari sisi ekonomi. Dari event itu, tercatat transaksi ekonomi mencapai Rp 3,1 triliun. Sementara jumlah pengunjung mencapai 3,5 juta orang.
Direktur Jakarta International Expo (JIExpo), Slamet Suprijadi mengatakan, penyelenggaraan PRJ yang berbarengan dengan Piala Dunia 2010 tidak menyurutkan langkah warga Jakarta untuk mendatangi PRJ.
“Buktinya daya tarik JFK tak kalah dengan event berskala internasional tersebut. Terlihat dari jumlah pengujung JFK tetap mengalami peningkatan dan total transaksi jual beli pun melonjak,” katanya, Minggu (11/7/2010).
Padahal, hanya sekitar 70 persen pengunjung yang membayar tiket masuk, sedangkan 30 persen lainnya merupakan pengunjung yang tanpa tiket masuk seperti para manula, yatim-piatu, anggota TNI Polri dan masyarakat yang tidak mampu.
JFK tahun ini juga diikuti 2.500 peserta terdiri dari kalangan dunia usaha, delegasi pemerintah provinsi dan kabupaten dari seluruh Indonesia. Di antaranya, sebanyak 1.500 stan yang menempati 13 zona merupakan hasil produksi industri kecil, UKM, dan koperasi.
Presiden Direktur PT JIExpo, Hartati Murdaya, mengatakan, PRJ tahun ini berkembang dengan sangat pesat. Itu mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya DKI, yang tetap bergerak secara positif di tengah pemulihan dampak krisis ekonomi global.
“Ini juga menunjukkan ekonomi kita terus bergerak naik. Event PRJ ini sangat positif karena bisa membantu mengurangi kemiskinan. Harusnya karena positif, event ini bisa dilaksanakan di kota lain di seluruh Indonesia agar pertumbuhan ekonomi daerah bisa merata dan memberi kesempatan bagi UKM dan sektor usaha kecil lainnya untuk mengembangkan perusahaannya," ujar Hartati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang